Jokowi : Waspada Gelombang II dan III Covid-19

0
160

Mapos, Majene — Data yang masuk tadi pagi, terdapat sekitar 1,5 Juta orang yang melakukan mudik lebaran kurun waktu 6 Mei – 17 Mei 2021.

“Walaupun kita telah mengeluarkan larangan mudik, namun sekitar 1,1 persen penduduk Indonesia melakukannya. Kita berharap kasus aktifnya tidak sampai sebesar pada tahun lalu, karena sudah terjadi penurunan kasus aktif pada bulan Februari kemarin yang turun sampai 48 persen,” ungkap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam virtual meeting bersama Bupati Majene, Lukman Nurman, Forkopimda Majene yang terdiri dari Ketua DPRD Majene, Dandim 1401 Majene, Letkol Inf Yudi Rombe, Kapolres Majene, AKBP Irawan Banuaji, Kajari Majene, Nursurya dan Pj. Sekda. Majene, Suyuti Marzuki, Senin (17/5/2021) di Ruang Rapat Bupati Majene.

Jokowi dalam virtual itu didampingi Wakil Presedin RI, Mendagri, Sekretaris Kabinet dan Menteri Kesehatan RI.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Dalam arahannya Jokowi mengatakan, hati-hati gelombang II dan III. “Di negara tetangga kita sudah mulai melonjak drastis dan kasus provinsi juga datanya sudah komplit, hati-hati provinsi yang ada di Sumatera,” ungkap Jokowi.

Dikatakan, 15 provinsi mengalami kenaikan antara lain Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Babel, DKI Jakarta, Maluku, Banten, NTB, Malut, Kalteng, Sulteng, Sulsel, dan Gorontalo.

“Saya harapkan kepada semua Kepala Daerah dan Forkopimda supaya mengetahui semua angka angka kasus covid19, agar tau apa yang harus dilakukan,” tegasnya.

Lebih jauh Jokowi menyebut, di tempat-tempat wisata pada hari lebaran kemarin tinggi sekali, sekitar 38 persen – 108 persen. “Harap hati-hati, dua minggu kedepan ini semuanya harus hati-hati akibat indeks kenaikan kunjungan tempat wisata,” tegas Jokowi.

“Gubernur dan Bupati yang daerahnya masih Zona Merah dan Zona Orange tempat wisata harus ditutup dulu, yang kuning dan hijau boleh dibuka, tetapi petugas harus ada disana, satgas harus ada disana, sehingga protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan tidak boleh lepas tatakelola kita,” tambahnyanya.

WHO kata dia telah menyampaikan indikator pengendalian covid19, Pemerintah Pusat dan Daerah harus memperbanyak testing, juga berkaitan dengan tracking, bila ada satu orang yang positif harus dilacak betul, kontak dengan orang lain lebih dari 15 menit dan jarak minimalnya 1 meter,  berapa orang tersebut harus dilacak betul untuk diisolasi dan dikarantina.

“Karena disinilah kelemahan kita pada tracking. Hati-hati mengenai varian baru dari Covid19, provinsi mana yang sudah ada B117, B1351 dan B1617, bila sudah ketemu orangnya agar segera diisolasi dan juga kepada yang sempat kontak, mumpung sekarang masih minim yang terkena,” sebut Jokowi.

Gubernur, Bupati dan Walikota kata Jokowi harus memiliki tanggung jawab yang sama dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Jangan hanya melihat sisi ekonomi, sisi Covid juga harus diperhatikan, keduanya harus berjalan beriringan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Majene Lukman Nurman m<span;>enyampaikan terima kasih atas kehadiran semia Forkopimda Kabupaten Majene.

“Sesuai pernyataan Presiden RI tadi bahwa kunci dari semuanya adalah adanya satu bahasa dalam Forkopimda dalam hal penanganan masalah Covid19 di daerah. Saya harap agar apa yang telah diraih saat ini dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi terkait prestasi Majene saat ini yaitu zero kasus Covid19 atau tetap pada zona hijau,” kunci Lukman.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.