Jelang Wukuf di Arafah, Jamaah Haji Keluhkan Udara Panas

Beranda Berita Terbaru Berita Utama Internasional
KA'BAH
Foto : KA’BAH

Mapos. Makkah (Madinah)  – Hari ini sedikitnya 2 juta Muslim dari penjuru dunia melaksanakan ibadah wukuf di Padang Arafah. Di tengah cuaca panas, para jamaah haji harus berdiam diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai ibadah di puncak musim haji.

Sejatinya, cuaca ekstrem melanda Arab Saudi bahkan sebelum puncak haji di Arafah. Bahkan sejak masih di Madinah, banyak jamaah haji mengeluhkan ekstremnya kondisi cuaca. Di antara mereka yang khawatir dengan cuaca panas adalah jamaah asal Nigeria. Mereka kerap kebingungan saat harus memutuskan kapan waktu yang tepat untuk keluar sebelum ke Arafah.

Dilansir dari Aitonline, Kamis (31/8/2017), suhu di Madinah mencapai 40 dan 42 derajat Celsius. Namun pejabat komisi haji nasional mengatakan bahwa para jamaah tidak perlu khawatir, yang terpenting mereka mengikuti peraturan keselamatan yang diberikan kepada mereka.

Beberapa jamaah mengatakan bahwa panasnya Madinah kali ini membuat mereka mengajukan permintaan khusus hingga iklim bersahabat. Untuk menanggulangi panasnya Madinah, mereka minum banyak air setiap saat agar tehindar dari dehidrasi.

Pejabat komisi haji nasional mengatakan bahwa informasi mengenai cuaca tengah disebarkan kepada seluruh jamaah haji melalui pejabat mereka. Apabila imbauan tersebut dituruti, maka mereka tidak perlu khawatir dan dapat berkonsentrasi dalam menjalankan ibadah haji, karena tim medis akan selalu siap sedia baik di Makkah maupun Madinah.

Sekadar diketahui, pada akhir Juli cuaca di Makkah juga sempat mencapai 40 hingga 50 derajat Celsius. Pada pagi hari pun cuaca bisa mencapai 39 derajat Celsius. Tampak trotoar dan jalan sepi akibat para warga dan jamaah sebisa mungkin tidak beraktivitas di luar ruangan. Jamaah diimbau untuk memperbanyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi. Selain itu, mereka juga harus memakai masker yang telah dibasahi. Karena apabila tidak kuat menahan terjangan panas, maka bisa saja mengalami mimisan.

Setelah wukuf di Arafah, besok pagi yaitu 1 September para jamaah akan melaksanakan ibadah Salat Idul Adha, dilanjutkan dengan memotong hewan kurban. Diketahui, jamaah Salat Jumat akan membeludak meski cuaca panas ekstrem melanda. Mereka yakin bahwa jumat merupakan hari yang penuh keistimewaan.

(*)

(Sumber : Okezone)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *