Insiden Bendera Terbalik di Kantor Lurah Dayanginna Picu Kontroversi

Peristiwa

Mapos, Mamuju – Belum lama hilang di ingatan publik adanya kejadian kesalahan pembacaan teks Pancasila. Kali ini, beredar foto bendera merah putih yang merupakan simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ). Sebuah foto kantor Kelurahan Dayanginna di Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju, yang memperlihatkan bendera kantor yang berkibar ditiup angin diujung tiangnya terbalik berkibar Putih Merah bukan Merah Putih.

Terkait adanya foto tersebut yang memperlihatkan bendera merah putih terlihat terbalik. Mendapat tanggapan dari sejumlah netizen, baik didunia maya maupun didunia nyata.

Nasri Yusuf misalnya seorang warga Kelurahan Dayang Dayanginna Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju. Mengaku foto yang dilihatnya sangat kaget. Dia mengaku, jika melihat sepintas bahwa foto itu asli tanpa di editan, tapi yang tau asli sebenarnya adalah ahlinya. Meskipun demikian kata Nasri, sangat menyayangkan jika ada oknum sengaja melakukan pengibaran bendera terbalik yang tentunya tidak menghargai jasa para Pahlawan. Dia juga juga mengakui, bahwa tempat berkibar nya bendera merah putih itu adalah kantor Kelurahan Desa Dayanginna.

“Benar itu kantor kelurahan Dayanginna pak. Kalau saya lihat foto ini kayak asli tanpa editan, saya sangat sayangkan jika ini disengaja karena itu simbol negara NKRI. Dan semoga tidak disengaja atau murni kesalahan,” ujarnya.

Dikonfirmasi Kapolsek Tapalang, Ipda. Kamali mengaku tidak tau menau adanya kejadian itu karena sampai saat ini belum ada laporan.

“Maaf pak saya belum tau apakah seperti itu, karena sampai saat ini belum ada laporan ke kami, nanti saya cek dulu kebenanarannya,” tandanya sambil menutup teleponnya.

Pemasangan Bendera Merah Putih terbalik, kejadian ini terjadi di kantor Kelurahan Dayanginna, Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju. Sulawesi Barat.

Dikutip dari masalembo.com, Lurah Dayanginna, Leni Wati angkat bicara. Dirinya mengaku tidak mengetahui pasti kapan kejadian itu terjadi seperti yang terlihat dalam foto yang beredar dimedia sosial (medsos).

“Saya tidak tahu kapan kejadiannya sedangkan saya tinggalkan kantor tadi sore sekitar pukul 16.00 Wita dan bendera tidak ada yang terbalik, tapi kok tiba-tiba ada postingan foto yang beredar,” kata Lenni, Jumat (16/3/2018) malam.

Dia mengakui, bahwa dirinya telah melakukan konfirmasi kepada seluruh stafnya untuk menelusuri kejadian tersebut namun mereka tidak mengetahui, termaksuk keterangan dari petugas yang menjaga kantor yang tiap hari bertugas menaikan dan menurunkan bendera.

“Saya tanya tapi ia menepis dan mengatakan bahwa selama ini saya menaikkan bendera tidak pernah terbalik. Jangankan sampai terbalik bu, jatuhpun ketanah saya tidak berani,” ucapnya menirukan bahasa petugas kantornya.

Ia hanya beranggapan mungkin ada anak-anak yang sengaja untuk dijadikan main-mainan atau lelucon atau mungkin juga ada orang yang ingin sabotase untuk mencoreng nama baiknya selaku Lurah Dayangina.

(wahid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *