Innalillahi, Asman – Korban Hukuman Jemur Meninggal Setelah Dirawat

Polewali

Mapos, Polman – Isak tangis keluarga Asman (11) tak terbendung lagi. Betapa tidak, anak yang duduk di bangku kelas V SD ini menghembuskan nafas terakhir Sabtu (10/11/2018) sekitar pukul 06.00 Wita.

Asman (11) korban hukum jemur oleh guru honorer foto : Ist

Asman adalah korban salah didik yang diduga dilakukan oleh salah seorang guru di SD Negeri No 018 Galung Lombok, Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman.

Menurut keterangan paman korban, Herman Sabtu (10/11/2018), usai dihukum jemur oleh guru honorer berinisial WW di sekolah itu tanggal 23 Oktober 2018, Asman kemudian pingsan. “Setelah siuman, Asman mulai kejang-kejang,” sebut Herman mengisahkan.

Melihat kondisi Asman semakin parah, oleh keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit umum daerah di Majene pada tanggal 27 Oktober 2018.

“Asman dirawat di rumah sakit sekitar satu minggu. Karena juga tidak ada perubahan, akhirnya kita pulangkan saja,” kata Herman.

Ia menceriterakan ikhwal Asman menderita kejang-kejang. Pada hari Selasa tanggal 23 Oktober 2018, ia dihukum jemur oleh guru honorer WW karena tidak menghafal perkalian. “Setelah akan masuk ke ruangan, Asman sudah tidak bisa menulis. Ia gemetar dan akhirnya pingsan,” tutur Herman.

“Ya mau apa lagi, takdir sudah berkehendak lain. Kini Asman sudah tiada,” imbuhnya.

Ditanya soal upaya hukum yang akan ditempuh pihak keluarga, Herman mengatakan, selaku paman dirinya sangat ingin memberi efek jera kepada sang guru.

“Tapi keluarga sang guru sudah datang menemui orang tua Asman. Makanya kita tidak jadi melaporkan ke Polisi,” terang Herman.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...