Ini Tentang Perjuangan Tak Kenal Lelah, Seorang Ibu Buruh Bangunan

Beranda Berita Terbaru Berita Utama Nasional Opini Regional Sulawesi Barat

Foto : Ilustrasi

Oleh : Muh. Sudirman Al Bukhari (Redaktur Peliputan mamujupos.com)

Mapos, DEMI menafkahi anak-anaknya, seorang ibu di Mamuju, Sulbar, melakoni pekerjaan yang biasa dilakukan oleh kaum pria, yakni menjadi buruh pekerja bangunan. Dia adalah Rina (41) yang kini menggantikan peran almarhum suaminya untuk memenuhi kebutuhan 6 anaknya.

Ke enam anak Rina, tiga menempuh pendidikan di Sekolah Dasar (SD) dan duanya lagi menempuh pendidikan Sekolah Menenagah Atas (SMA).

Delapan tahun sudah kepergian suaminya akibat musibah kecelakaan yang akhirnya merenggut nyawa suaminya pada saat pulang kerja.

Berbekal sebuah sepeda butut peninggalan sang suami, Rina menjalani profesinya ini sudah lima tahun. Perempuan lulusan Sekola Menengah Pertama itu harus berhati-hati saat mengayuh sepedanya yang butut agar tidak mengalami kecelakaan di jalan. Selain itu, bila ban sepeda kempes, terkadang sepeda bututnya ia titipkan ke salah satu warung yang dikenalnya. Terkadang pula ia pergi mencari tambal ban sepedanya yang berjarak cukup jauh dari tempat ia bekerja.

Dari hasil kerja sebagai buruh bangunan, ia menerima upah per hari 20 ribu yang diterimanya seminggu sekali. Kadang ia harus meminjam uang ke tukang lainnya untuk menutupi kebutuhan sekolah anak-anaknya dan sisanya Ia pergunakan untuk membeli beras. Namun, ia mengaku perjuangannya masih panjang dan tidak akan berhenti bekerja sebagai buruh bangunan sebelum seluruh anaknya menyelesaikan sekolah dan berumah tangga. Sebuah perjuangan yang tak mengenal lelah dari seorang Ibu.

Terkadang pula Ia harus menjadi buruh cuci lepas. Demi menyekolahkan anak-anaknya Ia harus bekerja yang bisa menghasilkan uang asal halal.

“Pekerjaan apapun akan saya lakoni asal itu halal,” akunya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *