Ini Tanggapan Bupati Majene Fahmi Massiara Terkait Seorang Kades Tersandung Narkoba

Hukum

Mapos, Majene – Seorang Kepala Desa (Kades) Tallu Banua Utara Kecamatan Sendana Kamaluddin yang ditangkap jajaran Satuan Narkoba Polres Majene bersama dengan salah seorang rekannya anggota kepolisian Resort Majene inisial As pada Jum’at (29/6/2018) menuai tanggapan dari petinggi di daerah itu.

Barang bukti yang disita dari tangan Kades Tallu Banua Kamaluddin foto : Ist

Bupati Majene Fahmi Massiara menanggapi adanya salah seorang Kades di jajaran pemerintahan Kabupaten Majene tersandung kasus narkoba Sabtu (30/6/2018) mengatakan, terkait hal tersebut dirinya menyerahkan kepada jajaran kepolisian untuk melakukan pengusutan lebih lanjut.

“Terkait hal ini, saya kira pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan lanjutan dan jika terbukti maka akan mendapat sanksi sesuai hukum yang berlaku,” tegas Fahmi Massiara.

Sementara, Kapolda Sulbar Irjen Pol Baharuddin Djafar secara terpisah mengapresiasi jajaran Polres Majene yang telah melakukan penangkapan atas oknum anggota polisi yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba bersama Kades Tallu Banua Kamaluddin.

Ia menyebut, anggota Polri yang terlibat narkoba pasti dikenai sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kalau terbukti pidana, seperti yang lain, bisa dipecat. Itu hukuman tambahan setelah sidang kode etik,” kata Kapolda Sulbar.

Lebih jauh kata dia, sesuai perintah Kapolri, setiap anggota Polri terlibat narkoba harus disanksi tegas.

“Sanksinya tegas. Jangankan sebagai pengedar ataupun bandar, sebagai pemakai saja sanksinya berat,” tutur Brigjen Pol Baharuddin Djafar seraya menambahkan bahwa kalau oknum anggota Polri justru sebagai pengedar apalagi bandar, maka disebut sebagai penghianat. “Kalau penghinat, ya dipecat,” tegas Kapolda.

Sementara Kapolres Majene AKBP Asri Effendy terpisah menyatakan pihaknya tidak memberikan toleransi kepada jajarannya yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

“Terbukti bahwa kami tidak main-main dengan narkoba. Saya menegaskan bahwa kami Polres Majene selalu tegas kepada anggota kami sendiri yang terlibat narkoba. Sebelum ini juga sudah satu kasus yang kami proses pidananya,” tandas Kapolres Majene AKBP Asri Effendy.

Sumber di Mapolres Majene yang layak dipercaya menyebut, Kepala Desa Tallu Banua Kamaluddin bersama rekannya seorang anggota Polisi di Resort Majene berinisial As ditangkap Jum’at (29/6/2018) sore kemarin.

Di dalam mobil jenis Honda Jazz yang dikendarai keduanya, polisi menemukan alat isap narkoba jenis shabu berupa pireks yang sepertinya bekas pakai dan didalamnya masih berisi kristal bening diduga shabu.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *