Ini Sebab Air Bersih di Majene Bermasalah

Berita Terbaru Berita Utama Majene

Ketua DPW Apkan Provinsi Sulbar, Muh Arifullah (Tangah)

Mapos, Majene – Nyaris satu dekade persoalan air bersih di Kabupaten Majene selalu menjadi keluhan masyarakat. Pasalnya, air bersih yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di daerah itu tidak pernah layak konsumsi dan bahkan kerap tidak mengalir. Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Apkan) Provinsi Sulawesi Barat, Muh Arifullah menilai, tata kelola air bersih PDAM tidak akan pernah bagus.

“Bagaimana bisa bagus. Sistem organisasi saja di tubuh PDAM Majene tidak sehat. Dugaan pelanggaran demi pelanggaran terus dilakukan,” ungkap Arifullah usai menghadiri rapat pembentukan pengurus DPD Apkan Kabupaten Majene, Senin (1/1/2018).

Menurut dia, Dewan Pengawas (DP) yang dilantik oleh bupati Fahmi Massiara setahun yang lalu juga tidak bekerja.

“Coba bayangkan, direktur PDAM, Arif Nur sudah menjabat lebih dari 14 tahun. Kemudian diangkat lagi sebagai pelaksana tugas direktur. Pencopotan itu dilakukan setelah masyarakat mendesak bupati untuk mencopot jabatannya sebagai direktur. SK Arif Nur berdasarkan Permendagri Nomor 2 tahun 2007 berlaku hanya enam bulan. Sekarang sudah setahun, Arif Nur masih menjabat sebagai pelaksana tugas. Kapan kisruh PDAM ini berakhir,” tanya Arifullah heran mengapa mantan Bupati Majene Kalma Katta hingga Bupati Majene saat ini Fahmi Massiara ‘kekeh‘ mempertahankan Arif Nur.

Menurut Arifullah, jika DP PDAM bekerja, tentu dalam masa enam bulan sebelum habis masa berlaku SK pelaksana tugas Arif Nur, DP sudah melakukan penjaringan calon Dirut untuk diseleksi.

“Ini malah oknum DP sendiri yang rajin mendatangi PDAM untuk mencampuri secara teknis tata kelola dan managemen PDAM. Ayolah, mari kita bekerja dengan Tupoksi kita agar profesional seperti semboyan bupati yaitu MP3,” urai Arifullah sedikit kesal.

Sementara DP PDAM, Lawaji  ketika coba dikonfirmasi terkait sorotan PDAM, lewat telepon genggamnya tidak bisa lantaran telepon pribadinya itu tidak diangkat. (hafid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *