Ini Kata Fahmi dalam Sosialisasi Disagregasi Matriks PMTB 2018

Majene

Mapos, Majene – Saat ini pemerintah terus mengupayakan pemenuhan azas keterpaduan, keakuratan, dan kemutakhiran data dalam kegiatan statistik. Baik statistik dasar sektoral maupun khusus dan dalam rangka perencanaan pembangunan nasional pada khususnya dan pembangunan sistem rujukan informasi statistik nasional pada umumnya.

Hal ini dikatakan Bupati Majene Fahmi Massiara saat membuka sosialisasi disagregasi matriks Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) Selasa (10/4/2018) di salah satu hotel di Majene.


Penyelenggaraan kegiatan statistik kiranya perlu upaya koordinasi dan kerjasama serta upaya pembinaan terhadap seluruh komponen masyarakat statistik.

Untuk itu, sesuai amanah Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik serta Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik, maka Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan kegiatan statistik dasar, statistik sektoral dan statistik khusus.

Menyadari peran BPS yang sangat strategis, data statistik yang dihasilkan saat ini senantiasa menjadi rujukan dan pedoman pemerintah untuk memformulasikan kebijakan, baik dalam perencanaan maupun evaluasi pembangunan, secara nasional, regional, maupun sektoral untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Pada tahun 2018, BPS akan melakukan Survei Penyusunan Disagregasi PMTB atau lebih dikenal dengan investasi kapital. Investasi diartikan sebagai modal atau capital yang dimiliki atau dikuasai oleh pelaku ekonomi. Beberapa ahli ekonomi memandang bahwa pembentukan investasi dimaksudkan untuk menamakan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Besaran investasi dalam perekonomian suatu wilayah tergambar dalam PMTB,” bebernya.

Lebih jauh kata Fahmi, secara teoritis, perekomian suatu negara ditentukan oleh setidaknya dua faktor produksi, yaitu barang modal (kapital) dan tenaga kerja. Kedua faktor produksi tarsebut bersama-sama menggerakkan variabel-variabel ekonomi lainnya dari input menjadi output berupa barang dan jasa. “Pertambahan kapital inilah yang kita sebut dengan PMTB atau investasi,” ujar Fahmi.

Lagi kata dia, investasi merupakan salah satu bagian
penting dalam suatu perekonomian, karena investasi memiliki keterkaitan dengan berlangsungnya kegiatan ekonomi di masa sekarang mau di masa yang akan datang.

Lebih jauh dikatakan, kegiatan penyusunan disagregasi PMTB merujuk pada Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2017 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018. Sejalan dengan Prioritas Nasional tahun 2018 yaitu “Pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata”, pada program “Perbaikan Iklim Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja” sangat dibutuhkan data investasi fisik atau PMTB yang telah didisagregasi menurut institusi dan lapangan usaha.

“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah melalui Bappenas meminta BPS melaksanakan Survei Penyusunan Disagregasi PMTB Tahun 2018 bekerjasama dengan kami dalam membangun bangsa dengan data,” pungkas Fahmi seraya berterima kasih kepada semua OPD terkait atas semua kontribusi dan kerjasama yang telah memberikan data untuk BPS dan ia mengajak untuk bangun dunia statistik di negeri ini yang betul-betul credible dan berkualitas. “We have to tell the truth. Semoga semua itu dapat menjadi amal ibadah kita dan semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa meridhoi upaya kita semua, Aamiin,” kunci Fahmi.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *