Pasca Mutasi
Ini Jawaban Fahmi atas ‘Cuitan’ Pejabat di Online

Majene

Mapos, Majene – Dalam pergeseran jabatan atau mutasi, tentu ada yang puas dan tidak sedikit pula yang kecewa. Akibatnya, ‘cuitan’ di online tak terhindarkan.

Menyikapi ‘cuitan’ lewat media sosial dan online bagi yang tidak puas pasca mutasi Pejabat Pratama di Lingkup Pemerintah Kabupaten Majene beberapa waktu lalu, Bupati Majene Fahmi Massiara sebelum melepas 147 orang siswa siswi untuk mengikuti Diklat di Makassar mengatakan, jika ada yang tidak puas, silakan datang menghadap kepada dia.

“Saya ingin menyampaikan, kalau saudara tidak puas jangan dibawa ke media online. Saudara bisa lebih parah itu nanti kalau saudara berbuat seperti itu. Apalagi kalau mau menyebar fitnah hal- hal yang tidak sebenarnya. Saudara bisa semakin merana nanti kalau sudara lakukan itu. Saya ingatkan, karena saya hanya diam saja dengar laporan yang masuk. Jika Saudara tidak puas datang saja jangan bicara diluar. Kurang baik. Karena tidak mungkin saudara yang mau mengatur diri sendiri. Ada yang menilai bukan hanya saya. Itu akan saya akomodir jika masuk akal saya. Bukan saudara yang maunya sendiri baru bisa,” ungkap Fahmi Massiara saat pimpin upacara Senin (22/1/2018) pagi tadi.

Fahmi secara tegas mengatakan, akan lebih bagus jika yang bersangkutan tinggalkan Majene atau mengajukan pengunduran diri.

“Kalau mau lebih bagus tinggalkan saja Majene atau mengajukan pengunduran diri, selesai. Dari pada macam-macam. Banyak hal yang menjadi pertimbangan. Saudara pintar tapi saudara tidak loyal, tidak boleh seperti itu. Saudara bukan penentu kebijakan jika saudara sabar dan mau menerima, Tuhan pasti beri jalan,” kata Fahmi dengan suara datar.

Lebih jauh kata Fahmi, pemerintah sudah melakukan penataan ulang bagi pejabat yang akan menjalankan Tupoksinya pada 2018,. Mulai dari eselon bawah sampai pejabat tinggi pratama dengan menempatkan orang-orang yang dia anggap sudah sesuai harapan.

“Kita juga mengakomodir seluruh usulan dari dinas dan kelembagaan maupun organisasi dan juga pendekatan persuasif. Semuanya campur baur untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Semuanya bukan bermaksud menata asal-asalan,” katanya.

Dikatakan, bahwa saat ini pihak Badan Kepagawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDA) Kabupaten Majene masih mensinkronkan data yang ada.

“Masih diproses oleh BKSDA. Jika belum terima SK silakan ke sana untuk menanyakan,” sebut Fahmi.

Dia berharap agar pejabat yang dimutasi dapat segera melaksanakan tugas dengan berkoordinasi dengan BKSDA.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *