Ini Alasan Kasat Lantas Masuki Sekolah

Pendidikan

Mapos, Majene – Di zaman Dilan pada era 90-an hingga satu dekade berikutnya, jangankan anak-anak, para remaja maupun orang tua menganggap polisi sebagai momok.

Kini stigma itu pupus oleh sejumlah terobosan program Polri yang tidak lagi membuat jarak terhadap masyarakat di berbagai tataran.

Tak heran, polisi setiap saat hadir dan diterima ditengah-tengah masyarakat.

Kasat Lantas Polres Majene AKP Kemas Aidil Fitri saat berdialog dengan salah seorang murid SD Neg 2 Majene. Foto : Kemas

Seperti yang dilakukan Kasat Lantas Polres Majene, AKP Kemas Aidil Fitri Senin (22/3/2018) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nomor 2 Majene.

Saat dirinya tampil sebagai inspektur upacara di sekolah unggulan itu, Kemas membuka dialog interaktif dengan anak-anak.

“Kita membangun komunikasi yang baik dengan mereka (anak-anak SD), supaya mereka mengganggap bahwa polisi adalah sahabatnya. Jadi mudah memberikan pemahaman tentang berlalulintas. Bila perlu dia yang menegur orang tuanya jika melanggar saat berkendara,” ujar Kemas kepada Mapos pagi tadi.

Dihadapan para guru dan murid-murid SD Neg No 2 Kampung Baru Majene, Kemas memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang berlalu lintas sejak dini, agar kelak nanti mereka mengerti dan mampu mengaplikasikan tata cara berlalu lintas di jalan dengan baik dan benar utamanya penggunaan helm bila berboncengan.

“Kita jangan bosan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang hukum kepada anak-anak kita. Sebab dari sanalah pola pikir positif akan terbentuk jika nanti dia berangkat remaja. Kelak ketika dia menjadi pemuda, maka akan terbentuk sosok pemuda yang tangguh dan patuh pada hukum dan perundang-undangan yang ada,” tandas Kemas Aidil Fitri.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *