Ini Alasan Andi Rita Mariani Apresiasi Kabupaten Majene

Majene

Mapos, Majene – Kapala BKKBN Provinsi Sulbar Dra Hj Andi Rita Maryani B,M.Pd. mengapresiasi Pemda Majene lantaran ia menilai satu-satunya kabupaten di Sulbar yang menganggarkan Kampung KB dalam APBD 2018.

Bupati Majene Fahmi Massiara saat membuka pencanangan kampung KB di Desa Betteng Kecamatan Pamboang foto: Ist

Hal ini diungkap Andi Rita Mariani Basharoe saat pencanangan kampung KB “Bunga Desa” di Dusun Galung Selatan, Desa Betteng
Kecamatan Pamboang
Kabupaten Majene, Selasa (31/10/2018).

Ia menyebut, sudah ada 162 Kampung KB dibentuk di Sulbar, termasuk 22 diantaranya ada di Majene dengan rincian 3 dibentuk pada tahun 2016, 8 dibentuk pada tahun 2017 dan 11 dibentuk pada tahun 2018.

Tujuan kampung KB katanya, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Yang akan mengeksekusi perjalanan kampung KB adalah warga di kampung itu sendiri,” katanya.

Capaian program KKBPK di Desa Betteng katanya, masih sangat rendah jika dilihat dari jumlah penduduk dan KK yang ada.

“Salah satu yang harus dilakukan adalah mengatur usia kawin yaitu wanita usia 21 tahun dan pria 25 tahun. BKKBN tidak melarang melahirkan, tapi mengatur jarak kehamilan dalam rentang 3 hingga 3 tahun dengan menggunakan alat kontrasepsi,” beber Andi Rita.

Ia mengaku, pihak BKKBN Provinsi Sulbar akan memberikan bantuan berupa Rumah Dataku dan akan dianggarakn melalui BKKBN Provinsi Sulbar.

“Ini penting, karena bila ada tamu yang datang ketempat ini, mereka sudah bisa langsung melihat apa-apa saja sumber daya yang ada di desa ini melalui Rumah Dataku,” katanya.

Kampung KB ini kata dia, bukan hanya seremonial semata, tapi diharapkn tetap dapat berlanjut kedepannya. “Karena kampung KB bukan milik pemerintah, bukan milik OPD, tapi milik masyarakat,” tegas Andi Rita Mariani.

Pada kesempatan sama, Kepala Desa Betteng Sultan Ilyas mengaku, desanya memiliki angka stanting (masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi red) di posisi angka teratas karena, masih banyak fasilitas kesehatan serta sarana dan prasarana lainnya seperti MCK, sumber air dan lain-lain belum maksimal.

Kendatipun desanya memiliki sejumlah potensi sumber daya alam memadai sepert batu, pertambangan dan pertanian, namun jika tidak dikelola dengan baik, juga tidak akan membuat masyarakat lebih sejahtera.

“Semoga dengan adanya Kampung KB di Desa kami maka, masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya ber KB. Disini, kita masih ada 1 KK memiliki anak sampai 15 orang dan paling sedikit 5 orang anak dalam satu KK. Mudah-mudahan kedepan mereka akan paham arti KB. Terima kasih karena bapak, dan ibu mau berkunjung ke desa kami,” terang Sultan Ilyas.

Sementara itu, Bupati Majene Fahmi Massiara dalam sambutannya mengatakan, pada tahun 2019 mendatang diharapkan akan terbentuk sampai 50 % daerah akan tersentuh oleh Kampung KB.

Keberhasilan program KB kata Fahmi, merupakan keberhasilan kita semua yang tentunya juga mendukung program pemerintah dalam MP3.

“Pokja yang sudah terbentuk diharapkan dapat bekerja sesuai dengan apa yang telah digariskan. Terkait keinginan Pak Desa tadi, disini juga hadir para pimpinan OPD yang akan mengcover keinginan tersebut. Silakan berhubungan langsung,” tutur Fahmi Massiara.

Usai acara, Bupati Majene Fahmi Massiara langsung melakukan dialogh dengan petugas PLKB lapangan dan menanyakan jadwal kunjungan ke dusun, terutama pelayanan Posyandu.

(ipunk)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.