Hmm.. SPBU di Kalukku dan Karossa Layani Pengisian Jeriken

Mamuju

Mapos, Mamuju¬†–¬†Di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), di Kalukku, Kabupaten Mamuju dan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah, melayani pengisian BBM menggunakan jeriken dengan jumlah besar.

Akibatnya, di SPBU tersebut sering terjadi antrean, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Bahkan stok BBM di SPBU tersebut sering habis.

Pantauan media ini, di Karossa pada Senin (27/8/2018) pukul 23.00 Wita dan di Kalukku Rabu (29/8/2018) pukul 02.00 dini hari, di kedua SPBU tersebut terlihat antrean pembeli menggunakan jeriken untuk mendapatkan BBM jenis premium dan solar. Puluhan jeriken terlihat terparkir di halaman SPBU tersebut.

SPBU di Kalukku layani pengisian jeriken.

Petugas SPBU dengan leluasa melayani pembelian jeriken. Padahal pengendara roda dua dan empat harus menunggu lama akibat mereka melayani pengisian jeriken, sehingga sejumlah pengendara kesal terhadap pelaku oknum SPBU tersebut.

Dewi, pengendara roda empat yang hendak mengisi BBM di Kalukku menyayangkan tindakan pihak SPBU yang melayani pengisian jeriken dengan jumlah besar.

Bahkan terkesan mereka lebih mengutamakan mengisi pembeli menggunakan jeriken dari pada yang lainnya. padahal peruntukkan pembangunan SPBU, hanya untuk melayani kendaraan bukan jeriken.

“Ini sudah menyalahi prosedur, harusnya SPBU melayani pengisian BBM untuk kendaraan, bukan jeriken. Artinya BBM bukan sembarangan dapat dijual secara bebas. Kita kecewa dengan pengelola SPBU ini, ujarnya, Rabu (29/8/2018).

SPBU Karossa layani pengisian jeriken.

Sementara itu di SPBU Karossa, warga juga mengeluhkan hal yang sama.

Masdar, warga Karossa mengaku kesal atas sikap petugas SPBU yang lebih mengutamakan pengisian jeriken dari pada kendaraan. Parahnya lagi, oknum-oknum tersebut dengan leluasa mendahulukan pengisian jeriken seperti, di SPBU Karossa.

Aksi yang dilakukan pihak SPBU terang-terangan melayani pengisian jeriken. Aparat penegak hukum terkesan tutup mata dengan persoalan tersebut. Idealnya, harus ada efek jera yang diberikan kepada mereka.

“Kita minta aparat hukum menertibkan aksi pengisian BBM yang menggunakan jerigen ini dan Pertamina harus memberikan sanksi,” imbuhnya.

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *