HMI Menggugat : Kadisdikpora Minta Dicopot

Berita Utama

Mapos, Majene – Aksi demo kembali menghiasi halaman Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene, Rabu (17/1/2018) pagi tadi.

Demonstran asal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene ini menilai, Kadisdikpora tidak becus dalam mengelola pendidikan di Majene, sehingga harus dicopot.

Betapa tidak, kata demonstran, guru mengabaikan tugas pokoknya sebagai tenaga pengajar dan lebih mementingkan mengurus koperasi.

Dalam orasinya, pedemo mengatakan, Majene adalah pusat layanan pendidikan di Sulbar yang sekaligus sebagai icon untuk menata peradaban yang berkarakter serta berbudi pekerti luhur.

“Itu bisa dicapai jika terjalin sinegitas antara guru dengan siswa. Maka dibutuhkan peran serta Disdikpora dan DPRD setempat untuk menata tenaga pengajar diseluruh satuan pendidikan. Ini merupakan kunci menjadikan Majene sebagai pusat pendidikan di Sulbar,” kata pedemo.

Namun kenyataannya, seperti tuntutan mereka, guru lebih mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan dengan kepentingan siswa siswinya.

Hal ini dibuktikan pada Selasa 16 Januari 2018, seluruh guru di Kecamatan Pamboang mengikuti Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Koperasi Dharma Bhakti dan menyuruh semua siswanya untuk pulang sebelum jam belajar usai.

“Mereka lebih memilih berkooperasi daripada mengajar. Menjadi tanda tanya besar, bagaimana mungkin guru melalaikan tugas pokoknya sebagai tenaga pengajar dan pendidik?,” keluh Koordinator Lapangan Pedemo Ramli Sumakuyu.

Mereka mendesak agar Kepala Disdikpora dicopot lantaran tidak becus mengurusi dunia ke didikan. DPRD Majene juga dituntut untuk turut mengawasi jalannya pendidikan di Majene, dan DPRD harus memanggil penyelenggara RAT serta memanggil kepala sekolah yang meliburkan siswanya.

Disayangkan karena Kepala Disdikpora, Ashar Malik belum berhasil dikonfirmasi. (ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *