Hari ini, Razman Arif Nasution ke Polda Sulbar Dampingi Gafur

Hukum

Mapos, Mamuju¬†–¬†Hari ini, Jumat (6/4/2018), tersangka Abdul Gafur, kasus pinjam meminjam uang di Kabupaten Mamuju bakal di BAP oleh penyidik Polda Sulbar.

Sebelumnya, Penyidik Polda Sulbar telah memanggil Abdul gafur sejak pekan lalu. Namun karena yang bersangkutan sedang berada di luar kota, penyidik pun menjadwalkan ulang pemanggilan Gafur pada kamis (5/4/2018).

“Gafur harusnya hari kamis di BAP sebagai tersangka setelah 1 kali diminta klarifikasi oleh Polda. Oleh karena saya kemarin berhalangan, saya juga sudah menduga ini akan jadi problem. Maka tidak mungkin di BAP pada sore hari. Makanya saya katakan minta pengertian penyidik untuk melakukan proses BAP tersangka ini hari Jumat,” ucap kuasa hukum Abdul Gafur, Razman Arif Nasution.

Pada kesempatan itu, Razman yang didampingi Gafur dan sejumlah pengacara lain menyebut, pihaknya bakal meminta penyidik Polda Sulawesi Barat untuk melakukan gelar perkara khusus pada penanganan kasus tersebut.

“Hari ini saya akan ke Polda. Saudara Abdul Gafur akan di BAP. Saya akan minta Polda untuk melakukan gelar perkara khusus, tidak boleh klien saya menjadi korban karena patut diduga Bupati H. Habsi Wahid, Plt Sekda dan Inspektorat paling bertanggungjawan dalam kasus ini,” kata Razman Arif.

Gelar perkara khusus yang dimaksud oleh Razman ialah permohonan pengacara kondang itu agar penyidik Polda membuka kembali proses gelar perkara sebelum status tersangka resmi disandang oleh kliennya.

Menurut Razman, permohonan untuk melakukan gelar perkara khusus juga dijamin oleh aturan hukum yang berlaku.

Penyidik Polda Sulawesi Barat sendiri sesunggunya telah melakukan gelar perkara pada kasus ini. Atas dasar gelar perkaran itulah hingga penyidik Polda menetapkan Abdul Gafur sebagai tersangka.

“Itu gelar perkara internal. Gelar perkara khusus itu ada. Peraturan Kapolri tentang gelar perkara khusus itu diterbitkan Kapolri agar tidak mudah untuk mentersangkakan orang,” tegasnya.

Lewat sejumlah bukti dokumen yang dimilikinya, Razman Arif menduga kasus ini juga melibatkan Bupati Mamuju, Habsi Wahid, mantan Sekda Mamuju, Muh Daud Yahya dan pihak Inspektorat. Razman berharap, kasus ini diproses secara profesional sesuai aturan dan mekanisme hukum yang berlaku.

“Kasus ini harus berdiri lurus. Tidak boleh diskriminatif. Tidak boleh ada pihak manapun yang lolos dalam proses pertangungjawaban dalam kasus ini. Kalau itu terjadi, saya akan lawan. Kalau perlu sampai ke Mabes Polri. Kalau tidak tuntas, saya akan minta KPK untuk mengambil alih kasus ini,” simpul Razman Arif Nasution.

Dok. Mapos.com

Razman mengurai, Jumlah uang yang dipinjam oleh kliennya sejumlah Rp. 1,3 Milyar. Uang tersebut dipinjam Gafur kepada 6 orang berbeda. Masing-masing, Muhammad Gazali, Kharis Wijaya, H. Fatmawati, Rusdina, H Salahuddin dan Hamzah.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *