Harga Gas Elpiji 3 Kg “Meroket” dan Langkah, Polres Matra: Ini Penyebabnya

Sulawesi Barat

Mapos, Pasangkayu – Distribusi gas elpiji di Kota Pasangkayu nampaknya bermasalah dalam kurun waktu menjelang ramadhan. Hal ini menyebabkan harga gas elpiji 3 kg mengalami kenaikan.

Dari laporan Polres Matra, di wilayah hukum Polsek Baras, kenaikan harga gas elpiji 3 kg pun bervariasi, dari harga sebelumnya Rp16.500 menjadi Rp Rp20.000 hingga Rp22.000 di kalangan pedagang. Dari pedagang jual ke masyarakat Rp23.000 hingga Rp25.000.

Untuk di wilayah hukum Polsek Sarudu

Harga dari agen ke pangkalan Rp16.500, kemudian ke pengecer menjasi Rp20.000 hingga mencapai Rp22.000. Dan dari pengecer ke masyarakat mencapai Rp25.000 hingga Rp35.000.

Kenaikan harga ini dipicu karena dari pangkalan dan pengecer untuk tabung gas elpiji 3 kg tanpa memasang harga HET di tempat.

Untuk di wilayah hukum Polsek Pasangkayu

Terjadi kelangkaan gas elpiji, dikarenakan jatah yang sebelumnya setiap agen ke penyalur sebanyak 600 tabung/Minggu, mulai bulan Januari 2018 kouta penyalur dari agen dikurangi menjadi 200 tabung/Minggu.

Disamping itu, kuota gas elpiji yang biasanya sampai penyalur tiga kali dalam seminggu, namun kini dikurangi menjadi dua kali dalam seminggu.

Sedangkan, kuota setiap kecamatan dialihkan ke kecamatan lain, dimana harga penjualannya lebih tinggi dari penetapan HET gas elpiji 3 Kg berdasarkan jarak tempuh serta harga penjualan tertinggi untuk agen di Kecamatan Sarjo, Pasangkayu.

Untuk di wilayah hukum Polsek Bambalamotu

Terjadi pengorderan dari PT. Karya Has di Belang-belang Kabupaten Mamuju ke Pangkalan Gas UD. Rafika Jaya ke Kelurahan Bambalamotu.

Seharusnya, pasokan dari PT. Karya Has ke UD. Rafika Jaya sebanyak 400 tabung dikurangi menjadi 200 tabung dan pendistribusiannya 2 kali/Minggu.

Gas elliji 3 kg di Bambalamotu terjadi kelangkaan disebabkan pasokan dari Pertamina ke agen menjadi dikurangi. Hal ini dipicu dari rencana penghapusan tabung elpiji 3 kg dan dialihkan ke tabung elpiji 5 kg.

Menurut Kapolres Matra AKBP Made Ary Pradana, dari razia yang dilakukan oleh unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Matra dengan mendatangi beberapa pangkalan dan pengecer yang berada di wilayah kelurahan Pasangkayu mengatakan, terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg diakibatkan kurangnya pasokan dari distributor.

“Biasanya masuk tiga sampai empat kali seminggu kini hanya dua kali setiap minggunya. Momen ini dimanfaatkan oleh beberapa pengecer dengan menjual tabung gas 3 kg seharga Rp30.000/tabung,” ucap Made Ary.

Sementara itu, sebut Made Ary, adanya indikasi permainan harga gas elpiji 3 kg antara oknum pangkalan dan pengecer. Adapula pangkalan yang menjual di atas harga Het dari Rp16.500 menjadi Rp22.000.

Menurutnya, terjadinya kelangkaan disebabkan, kurangnya pemasokan gas elpiji 3 kg ke daerah Pasangkayu.

Dari kelangkaan itu, kata Made Ary, banyak pedagang yang mengambil kesempatan dengan menjual dari harga yang telah ditetapkan pemerintah dan rata-rata yang membeli gas 3 kg waega yang mampu.

Sementara itu, seorang penjual gas elpiji 3 kg di Bambalamotu, Harianto membenarkan hal ini. Menurutnya, pasokan gas elpiji ke tokonya mengalami penurunan sejak dua minggu ini.

“Naik harganya mas. Sekarang pasokannya juga susah mas,” tambah Linda Wulandari seorang pedagang elpiji di kawasan Pasangkayu, Minggu (13/5/2018).

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...