Hanya Beralasan Data, BPBD tidak Salurkan Ribuan Terpal

0
1395

Mapos, Mamuju – Ribuan terpal tidak disalurkan ke pengungsian pascagempa magnitudo 6,2. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat, malah berdalih tak punya data.

Kepala BPBD Sulbar Darno Majid beralasan tidak disalurkannya terpal tersebut karena data penerima yang tidak ia kantongi. Dia menjelaskan, sudah berulang kali meminta data kepada para camat saat rapat, namun tidak memperolehnya.

“Kami tidak memiliki data pengungsi. Beberapa kali kami meminta ke camat tapi tidak diberikan,” dalih Darno Majid seperti dikutip dari siberindo.co.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Disebutkan, sekitar Rp300 juta rupiah dari donasi telah dibelanjakan untuk membeli 5000 terpal. Namun, hanya 1.000 yang disalurkan dan tersisa 4000 terpal terpaksa ditampung.

Sebanyak 4.000 terpal kini hanya menumpuk di BPBD Sulawesi Barat. Padahal, warga penyintas gempa masih butuh terpal tersebut. Kondisi ini membuat DPRD geram atas ulah BPBD dengan dalih tak memiliki data pengungsi

“Kasihan pengungsi gempa Sulbar, mereka membutuhkan terpal malah tak disalurkan,” kata Ketua Pansus Pengawasan Anggaran dan Penyaluran Logistik DPRD Sulbar, H Sudirman, dalam rapat pansus bersama sejumlah OPD termasuk BPBD, Senin (15/02/2021).

Pansus menyesalkan hal tersebut, lantaran anggaran bencana hasil donasi dari sejumlah relawan dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia mencapai 2,8 miliar, hanya terpakai 1,2 milyar. Sisa dana bantuan itu masih 1,6 milyar.

“Sungguh terlalu, pengungsi menderita malah pembuat kebijakan santai santai saja,” tegas Sudirman.

Diketahui, donasi itu disimpan pada dua rekening yakni rekening BPBD Sulbar di Bank Mandiri dan rekening Kas Daerah Pemprov Sulbar di Bank Sulselbar.

Namun, Darno menyebut seluruh pengeluaran itu diperuntukkan untuk membiayai kebutuhan masyarakat Sulbar yang terdampak gempa bumi.

Dalam rapat tersebut, baik ketua maupun anggota pansus menyesalkan tindakan Kepala BPBD lantaran terlalu lamban menangani para penyintas gempa di pengungsian.

“Masyarakat, para pengungsi berteriak butuh terpal untuk membuat tenda, eh tendanya malah tidak dibagi, ada apa ini. Ingat pak ini semua berasal dari sumbangan orang, jangan main-main dengan hal ini. Sepeser uang yang keluar harus dipertanggungjawabkan. Kalau ini tidak disalurkan dan ditumpuk saja ini akan mubassir,” kata politisi partai Golkar asal Mamasa

Ketua Pansus mewanti-wanti BPBD Sulbar untuk segera menyalurkan terpal tersebut. Sudirman juga meminta agar BPBD Sulbar membangun kordinasi atau komunikasi yang baik dengan BPBD di tingkat kabupaten. Khususnya kabupaten yang terdampak gempa sehingga tugas-tugasnya dapat berjalan dengan lancar.

Sikap BPBD Sulbar ini disesalkan banyak pihak. Sebab banyak pengungsi membutuhkan terpal hingga beberapa diantaranya meninggal akibat kedingingan.

 

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.