Hak BLT Seorang Warga di Majene Diduga Diambil Orang Lain

  • 13 Mei 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 9634
Gambar Hak BLT Seorang Warga di Majene Diduga Diambil Orang Lain

Mapos, Majene — Malang nian nasib Ramlah di tengah pandemik Covid-19 yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah demi kelangsungan hidupnya.

Setelah menunggu antrean panjang hingga 865 orang, namun dirinya tak pernah dipanggil oleh penyalur Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kelurahan Pangaliali, Selasa (12/05/2020) kemarin di Gedung Boyang Assamalewuang.

Warga Lingkungan Cilallang Kelurahan Pangaliali Kecamatan Banggae ini mengaku, selama anteran hingga berakhir penerima BLT, dirinya tidak pernah dipanggil melalui atas nama orang tuanya Suaib sesuai dalam Kartu Keluarga (KK) yang diserahkan kepada pihak petugas Kelurahan Pangaliali.

“Saya tinggal sendirian di kursi sampai selesai antrean. Makanya saya bertanya kepada petugas, kenapa nama orang tua saya tidak dipanggil sebagai penerima BLT? Oleh petugas kemudian memperlihatkan bukti tanda tangan penerima atas nama orang tua saya, padahal saya tidak pernah tanda tangan atau menerima apapun,” kata Ramlah heran ada bukti terima BLT yang diperlihatkan oleh petugas.

Ia menjelasakan, sebagai penerima manfaat, tidak seorang pun bisa mewakili bapaknya yang bernama Suaib sebab ibunya sudah lama meninggal dunia.

“Bapak saya baru pulang dari Donggala Sulteng. Apalagi, tandatangan bapak saya tidak seperti itu. Kemudian tanda tangan saya di KTP sangat beda di dokumen pengambilan BLT, jadi saya tidak pernah bertandatangan,” sebut Ramlah sedih.

Terpisah, Lurah Pangaliali Santi Widiastuti Nur menjelaskan, di Kelurahan Pangaliali terdapat 10 lingkungan dengan jumlah total penerima BLT sebanyak 865 KK.


“Nanti kita akan cek ulang kepada warga siapa saja yang belum menerima. Jadi nanti akan kelihatan jika terdapat warga penerima yang belum menerima,” jawabnya.

(ikki)