Hadapi Lebaran, Polisi Gelar Pasukan

Majene

Mapos, Majene – Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, setiap jelang lebaran atau hari raya Idul Fitri, jajaran kepolisian setempat selalu menggelar apel pasukan untuk pengamanan perayaan hari besar Islam itu.

Hari ini Rabu (06/6/2018) sekitar pukul 08.15 Wita di Halaman Mako Polres Majene telah berlangsung Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Siamasei – 2018 dengan tema “Kita Tingkatkan Sinergi Polri Dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Pada Pelaksanaan Ramadhan & Idul Fitri 1439 Hijriah”.

Bertindak selaku pimpinan apel, Kapolres Majene AKBP Asri Effendy, S.I.K, Pemimpin Upacara Kanit Regident Iptu Abd Haris Y, dan dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majene Hj Hasbinah Arif Saleh, S.Sos, M.Si, Ketua Pengadilan Negeri Majene Hj. Hasrawaty Yunus, SH, Mewakili Dandim 1401 Majene Pasi Ops Lettu Inf. Taufik Hasibuan, Wakapolres Majene Kompol Muh Arief, SH, para Pimpinan OPD terkait, Para Kapolsek Jajaran serta para Perwira Polres Majene, dan diikuti peserta upacara yang terdiri dari ; 1 Peleton Kompi A 721 Mks, 1 Peleton Kodim 1401 Majene, 1 Peleton Gabungan Staf Polres Majene, 1 Peleton Gabungan Bhabinkamtibmas & Sat Lantas Polres Majene, 1 Peleton Gabungan Reskrim & Intelejen, 1 Peleton Satpol PP, 1 Peleton Dishub, 1 Peleton Senkom Mitra Polri Majene, 1 Peleton Dinas Kesehatan, 1 Peleton Pramuka Saka Bhayangkara dan 1 Peleton Relawan Siaga 86.

Kapolres Majene AKBP Asri Effendy dalam amanatnya mengatakan, terdapat empat potensi kerawanan yang harus diwaspadai jelang lebaran yaitu potensi kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan.

“Pada tahun 2017 secara umum stabilitas harga pangan dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan, hal itu dapat diwujudkan berkat kerjasama dari semua instansi terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), maupun Satgas Pangan Polri,” urai Asri Effendy.

Kemudian potensi kerawanan kedua katanya, adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik. Hasil survey jalan yang dilaksanakan oleh Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, Maupun Dinas Jasa Marga, dan Pertamina, mendapati sekurangnya terdapat enam lokasi rawan macet pada jalur utama mudik lebaran.

Potensi kerawanan ketiga yang juga harus diantisipasi lanjuta Asri Effwndy adalah potensi bencana alam dan gangguan Kamtibmas lainnya, seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis.

“Untuk itu, para Kasatwil diharapkan dapat mengambil langkah pre-emtif maupun preventif yang diperlukan sehingga bisa menekan potensi yang ada, dan untuk tetap berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG, dan pihak terkait lainnya,” tegas Kapolres.

Dan Potensi kerawanan keempat katanya adalah ancaman tindak pidana terorisme. “Guna mengantisipasi potensi aksi terorisme, saya menekankan kepada seluruh Kasatwil untuk terus meningkatkan kegiatan deteksi intelejen yang diimbangi dengan upaya penegakan hukum secara tegas (preemtif strike), melalui optimalisasi peran Satgas Anti Teror diseluruh Polda jajaran,” tandas Asri Effendy.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *