Gubernur Sulbar Lantik Pejabat Eselon II, Berikut Namanya

Mamuju

Mapos, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar (ABM) melantik dan mengambil sumpah pejabat di lingkup Pemprov Sulbar Jumat (18/5/2018) di kantor gubernur Lantai IV.

Hadir dalam acara itu H Ismail Zaenuddin – Sekda Provinsi Sulbar, H Aris – Wakil Ketua DPRD Prov Sulbar, Kolonel Sus Rudianto – Perwakilan Kemenhan RI, para Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulbar.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar dalam sambutanya mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik dengan harapan kiranya amanah dan kepercayaan yang dibebankan oleh negara dan daerah di bulan yang penuh berkah ini dapat menjadi momentum untuk dijalankan dengan penuh perhatian, komitmen dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

“Apa yang kita laksanakan pada hari ini perlu dipahami dan dijiwai, bahwa langkah yang ditempuh dalam mengambil keputusan dalam menata organisasi di lingkungan pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang diikuti penataan penempatan personel ini dilakukan dengan beberapa pertimbangan dan terdapat perubahan,” kata Ali Baal Masdar.

Lebih jauh Ali Baal mengatakan, kelembagaan yang akan berimplikasi pada perubahan
nomenkelatur nama jabatan dan jumlah jabatan pada berbagai eselon terdapat jabatan yang lowong diberbagai tingkatan, baik jabatan tinggi pratama admisitrator maupun pada tingkat pengawas.

“Sebagai catatan hasil evaluasi kinerja perangkat daerah juga menjadi bahan kajian dan masukan guna peningkatan kinerja pembangunan dan pelayanan masyarakat di Provinsi Sulawesi Barat,” ujarnya.

Mantan Bupati Polman dua periode ini juga mengatakan, sebagaimana diketahui bersama dan telah berkali kali disampaikan bahwa pangkat dan jabatan bukanlah hak seorang pegawai negeri sipil, namun adalah penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian pegawai negeri sipil yang bersangkutan.

“Sebagai pegawai negara adalah tanggung jawab kita untuk mengisi jabatan-jabatan lowong pada tingkat adminsitrator dan pengawas sebagai tindak lanjut pelaksanaan hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja yang telah dilaksanakan di semua perangkat daerah. Sehingga penataan dan pemenuhan formasi jabatan yang diharapkan dapat mempercepat optimalisasi kinerja pemerintah Provinsi Sulawesi Barat,” katanya.

Ada pemaknaan yang perlu diluruskan kata dia, yaitu dalam setiap mutasi dan penempatan dalam jabatan, bukan didasarkan pada suka atau tidak suka ataupun senang atau tidak senang. “Dari hati yang paling dalam sebagai pribadi dan pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Saya tekankan kembali, bahwa proses mutasi ini murni kebutuhan organisasi meski tidak dipungkiri bahwa akan ada ketidakpuasan dalam penempatan suatu jabatan, kita semua adalah satu keluarga besar dalam satu rumah yang harus diisi di setiap sisi dari setiap ruang yang ada dan setiap saat perlu dievaluasi serta disegarkan agar ruang Provinsi Sulawesi Barat ini senantiasa saling bersinergi dengan membawa energi positif dalam pembangunan Provinsi Sulawesi Barat,” beber Ali Baal Masdar.

Lebih jauh katanya, jika dalam proses mutasi ini ada yang kurang puas, berikanlah dulu kesempatan, yang nanti pada saatnya akan dilakukan evaluasi baik secara parsial maupun komprehensif, untuk menghasilkan tim kerja yang solid dan punya visi.

Dia menambahkan, harus disadari bahwa penataan personel yang dilakukan hari ini bukanlah akhir dari penataan. Namun penataan ini, merupakan rangkaian dalam menata PNS agar penempatannya sesuai kompetens pendidikan guna mencapai sumber daya yang handal dan profesional dalam menjalankan tugas pemerintahan aktivitas pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat menuju Sulawesi Barat yang maju dan malaqbi.

“Saya takkan henti hentinya kembali menaruh harapan besar yang tersematkan dipundak saudara saudara kiranya optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi masing masing untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dan lagi saya tegaskan bahwa jabatan yang dipercayakan jangan sampai disalahgunakan. Peliharalah, dijaga dan dijalankan dengan baik dan benar serta penuh rasa tanggungjawab berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, agar dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi tidak berimplikasi dan berakibat hukum dimana dapat menyusahkan kita semua termasuk keluarga,” pungkas Ali Baal Masdar.

Berikut Pejabatan Eselon II yang dilantik :

1. Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulbar Kaharuddin diangkat dalam jabatan baru Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik.

2. Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, H. Ibrahim dingkat dalam jabatan baru Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

3. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, H Arifuddin Toppo, diangkat dalam jabatan baru Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

4. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Andi Ahmad Sukri Tammalele, diangkat dalam jabatan Kepala Dinas Sosial.

5. Sekertaris DPRD Sulbar, Bahrun diangkat dalam jabatan baru Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulbar.

6. Kepala Dinas Transmigrasi H. Muhammad Hamsi, diangkat dalam jabatan baru Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

7. Kepada Badan Pendidikan dan Pelatihan Farid Wajdi, diangkat dalam jabatan baru Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulbar.

8. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga H Herdin Ismail, diangkat dalam jabatan baru Kepala Dinas Transmigrasi.

9. Kadis Pencatatan Sipil dan Kependudukan H Ashari Rasyid, diangkat dalam jabatan baru Sekertaris DPRD Sulbar.

10. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) H Darwin Yusuf, diangkat dalam jabatan baru Kepala Satuan Polisi Pamon Praja dan Pemadan Kebakaran Provinsi Sulbar

11. Kepala Dinas Pariwisata Yakob F Solon, diangkat dalam jabatan baru Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

12. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia H Darno Majid diangkat dalam jabatan baru Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

13. Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Moh Ali Chandra diangkat dalam jabatan baru Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat.

14. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Muhammad Sanusi, diangkat dalam jabatan baru Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan.

(usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *