Gerpak Minta Kejati Usut Sekolah Madrasah di Mamuju

Mamuju

Mapos, Mamuju¬†–¬†Gerakan Pemuda Anti Korupsi (Gerpak Sulbar) meminta pihak Kejati Sulselbar mengusut penggunaan anggaran bantuan yang ada di sekolah Madrasah di Mamuju.

Hal ini disampaikan Koordinator Investigas Gerpak, Ali Syahid saat ditemui di salah satu warkop di Mamuju. Minggu (26/8/2018).

Menurutnya, hasil investigasi di lapangan, ada beberapa sekolah Madrasah yang diduga telah melakukan penyelewengan terhadap penggunaan dana BOS dan bantuan sekolah.

“Dari data yang kami dikantongi, ada beberapa temuan, mulai dari penggunaan hingga bantuan, semua dilakukan tanpa juknis dan mau-maunya saja kepala sekolah membelanjakannya,” sebutnya.

Ali mengatakan, senin besok (27/8/2018), ia akan mengirimkan data laporan temuan tersebut ke Kejati.

“Insya Allah besok, Senin (27/8/2018), kami kirim laporannya ke Kejati,” akunya.

Disinggung soal nama sekolah, Ali Syahid mengatakan, biar itu menjadi kewenangan Kejati, kalau disebutkan nama sekolahnya, niscaya mereka akan merubah hasil juknis itu.

“Belum saatmya kita sebutkan, biarkan Kejati bekerja sesuai dengan porsinya,” imbuhnya.

Ali menyebutkan, perbuatan ini sudah bertahun-tahun dilakukan oleh oknum kepala sekolah, malahan diduga sebagian dana BOS dan bantuan sekolah dipakai untuk kepentingan pribadinya.

“Kita temukan beberapa kejanggalan terkait penggunaaan dana BOS dan bantuan sekolah, diduga oknum ini sering menggunakan anggaran tersebut untuk kepentingan pribadinya,” ujarnya.

Logo Gerpak.

Menurutnya, oknun itu diduga mulai melakukan aksinya pada tahun 2016 hingga sekarang. Bila ditotalkan hampir mencapai 1 miliar yang terdiri dari barang bergerak dan tidak bergerak.

(Berita ini masih berlanjut dan akan diverifikasi selanjutnya).

(toni)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.