Gerak Sulbar Kritisi Proses Tender Pembangunan Rutan Perempuan

Peristiwa

Mapos, Mamuju – DPD Gerak Indonesia Sulbar mengkritik persyaratan proses tender pembangunan rutan perempuan yang ada di Kabupaten Mamuju.

Ditemui, Ketua Gerak Arman mengungkapkan bahwa persyaratan proses tender pembangunan rutan perempuan diduga penuh rekayasa.

Menurut Arman, dari hasil perbandingan yang dilakukan oleh Gerak, persyaratan proses tender pembangunan rutan perempuan yang berada di Tangerang dan Mamuju sangat jauh berbeda.

“Persyaratan proses tender pembangunan rutan perempuan di Mamuju terkesan berbelit-belit, beda dengan di Tangerang, proses tendernya terbuka dan sangat transparan,” sebutnya. Kamis (14/6/2018).

Di Tangerang, lanjut Arman, proses tendernya sangat terbuka, dan kita bisa tahu nilai pagu anggarannya, beda yang ada di Mamuju, tertutup dan terkesan berbelit-belit.

“Sebagai pembanding syarat pra kualifikasi tender proyek pembangunan rutan perempuan di Tangerang normal saja dengan nilai 20 M. Sedangkan di Kabupaten Mamuju sangat jauh berbeda dan berbelit belit. Padahal nilainya cuma 18 M,” kata Arman.

“Saya menduga, ada indikasi permainan dalam proses tender di Kemenkuham Sulbar. Ada perusahahan yang sudah diarahkan untuk dimenangkan” sambungnya.

Arman menyebutkan, dari hasil investigasi Gerak, dugaan, ada satu perusahan yang telah diarahkan untuk menjadi pemenang.

“Dugaan, PT. Sultana adalah perusahan yang sudah diarahkan untuk menjadi pemenang dalam proses tender pembangunan rutan perempuan,” terang Arman.

Dalam waktu dekat ini, Gerak akan mengirimkan surat ke KPK. Gerak akan meminta kepada KPK untuk memantau dan mengawasi proses tender pembangunan rutan perempuan di Mamuju.

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *