Gerak Duga Ada Jual Beli Proyek dan Pembagian Fee di Kemenkuham Sulbar

Mamuju

Mapos, Mamuju¬†–¬†Dugaan adanya pertemuan di salah satu warkop di Mamuju antara kontraktor dengan oknum PPK Kemenkuham Sulbar, mendapat sorotan keras dari DPD Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (Gerak) Sulbar.

Gerak mempertanyakan, maksud dan tujuan dari pertemuan tersebut antara pihak PPK proyek pembangunan Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPKA) inisial MR dan IL dengan kontraktor inisial IS di salah satu warkop di Mamuju pada hari Sabtu (21/7/2018) pukul 21.00 Wita.

Ketua DPD Gerak Sulbar, Arman menduga, pertemuan itu sarat dengan bagi-bagi fee.

Tak hanya itu, Arman juga mengatakan, dari pertemuan itu, diduga ada transaksi jual beli proyek LPKA dengan pagu anggaran Rp12 miliar yang dimenangkan oleh PT. Pratama Godean Jaya dan diduga akan disub ke salah satu kontraktor inisial IS.

Sedangkan proyek LPP dengan pagu anggaran Rp18 miliar yang dimenangkan oleh PT Menara konstruksi diduga pula akan disub kepada dua orang kontraktor berinisial UD dan ER.

“Kami menduga ada transaksi jual-beli proyek serta permintaan fee yang mengalir. Dugaan permintaan 10 persen,” ujar Arman, Minggu, (22/7/2018).

Menurutnya, apabilla kedua proyek pembangunan lapas di Kemenkuham tersebut harus mengeluarkan fee 10 persen, maka Ia memastikan kualitas proyek tersebut tidak akan berkualitas.

“Saya sudah intruksikan ke masing-masing pengurus DPD dan DPC Gerak indonesia untuk melakukan investigasi. Apabila didapatkan bukti penyuapan atau gratifikasi maka Gerak segera akan melaporkan ke KPK,” tandasnya.

Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (GERAK) sulbar.

Ia menyebut, Gerak juga sudah mengantongi beberapa dokumen, mulai dari proses lelang hingga pemenangnya. Ini juga yang akan kita sorong ke KPK nantinya bersamaan dengan dugaan bagi-bagi proyek dan permintaan fee.

(Berita ini masih berlanjut dan akan diverifikasi selanjutnya)

(toni)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.