Gempa Mamasa, Wagub: Mereka Warga Kita, Harus Segera Dibantu

Sulawesi Barat

Mapos, Mamuju – Gempa yang melanda Kabupaten Mamasa hingga saat ini masih terus terjadi, membuat Pemerintah Sulbar prihatin terhadap kondisi warga di Bumi Kondosapata itu.

Oleh karena itu, Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar mengundang beberapa pimpinan OPD terkait, guna membicarakan penanganan pasca gempa di Mamasa.

Pertemuan tersebut dilangsungkan di ruang kerja Wagub Sulbar, Kamis, (8/11/2018).

Hadir diantaranya, Kepala Dinas Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Darno Madjid, Kepala Dinas Kesehatan Achmad Azis, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2 dan KB) Darmawati dan Perwakilan Dinas Sosial.

Dalam pertemuan itu, Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar didampingi Pj. Sekprov Sulbar Arifuddin, Asisiten Bidang Pemerintahan M. Natsir dan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Hamzah.

Enny Anggraeni Anwar mengemukakan, pertemuan tersebut dilakukan sebagai wujud kepedulian dan rasa kemanusiaan Pemerintah Sulbar, mengingat warga Mamasa adalah masyarakat Sulbar.

“Saat Palu dilanda bencana, kita bisa membantu, jadi tentu untuk membantu masyarakat Mamasa kita harus mampu, sebab mereka adalah warga kita dan sekarang mereka di sana tidak tenang, bahkan sudah melakukan pengungsian dibeberapa tempat,” tutur Enny.

Untuk memastikan kondisi warga, Enny langsung berkoordinasi dengan Bupati Mamasa Ramlan Badawi melalui via telepon. Dirinya menyampaikan, berdasarkan informasi dari Ramlan hingga saat ini jumlah pengungsi sebanyak 12 ribu orang yang tersebar di beberapa titik diantaranya, Sumarorong, Mesawa, Bala dan tempat lainnya.

“Tadi saya sudah dapat laporan dari Bupati Mamasa, warga sudah mengungsi ke Sumarorong, Mesawa, Bala dan ada dibeberapa tempat lainnya. Dan jumlah pengunsi berkisar 12 ribu orang,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Enny, walaupun sudah diimbau oleh pemerintah setempat untuk kembali ke rumah, warga tetap menolak, karena gempa terus terjadi.

“Dengan adanya gempa yang berulang-ulang, membuat mereka sedikit trauma tinggal dirumah, walaupun sudah dihimbau,” terang Enny.

Masih Enny, masyarakat di Mamasa harus segera diberikan pengertian dan yang terpenting adalah kebutuhan logistik yang harus secepatnya disalurkan kepada para pengungsi, dan pastinya mereka sangat membutuhkan.

Enny berharap, semoga gempa yang terjadi hingga saat ini adalah yang terakhir.

Enny mengimbau, masyarakat di Mamasa agar tetap tenang dan tetap waspada, termasuk masyarakat di Sulbar karena getaran gempa Mamasa hingga ke Mamuju, Polman dan Majene.

Ia meminta kepada seluruh OPD, untuk saling bersinergi dalam membantu serta menangani bencana gempa di Mamasa.

Sementara itu, Pj. Sekprov Sulbar, Arifuddin Toppo menegaskan, apa yang menjadi kebutuhan para pemgungsi harus segera dipersiapkan.

Foto/Istimewa.

Ditempat yang sama, Kepala BPBD Sulbar Darno Madjid mengatakan, bantuan yang telah disalurkan untuk masyarakat di Mamasa berasal diantaranya, beras 5 ton, air mineral 50 dos, indomie 50 dos yang berasal dari Pemprov Sulbar.

Masih Darno, adapun bantuan dari Kabupaten Polman telah tersalurkan.

“Total bantuan yang telah tersalurkan sebesar Rp 9 juta,” kata Darno.

(fitri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...