Gelar Ijtima’, Ulama Komisi Fatwa MUI Bahas Kebangsaan dan Keumatan

Nasional
  • Laporan Hajrul Malik dari Kalimantan Selatan

Mapos, Kalsel – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ke VI kembali menghelat Ijtima’ Ulama di Pondok Pesantren Al Falah, Banjar baru kota Banjarmasin, dari tanggal 7-10 Mei 2018, yang diikuti oleh 750 peserta tersebut membahas persoalan penting kebangsaan dan keumatan.

Adapun tema Ijtima’ ulama “Meningkatkan Peran Ulama dalam melindungi dan memajukan umat, Bangsa dan Negara”

Ustadz Hajrul Malik.

Ketua MUI prof Dr.KH.Maruf Amin, MA. dalam sambutannya menegaskan beberapa masalah Ummat terkini, baik masalah keagamaan, kenegaraan dan berpemerintahan, masalah kesehatan haji, serta politik yang berkembang tentang adanya mahar politik.

Diantara yang dibahas bahwa Islam tidak tepat jika dilaksanakan serta dipisahkan antara urusan Agama dan politik, pemikiran dan upaya terhadap pemisahan ini merupakan sekulerisasi agama yang tidak boleh dihindarkan, namun juga tidak membenarkan adanya politisasi agama secara prakmatis.

Hal lain, adalah pentingnya peran ulama dalam hal mengatasi kesenjangan ekonomi, disebabkan adanya tanggung jawab Ulama untuk mendorong umat melalui peningkatan ekonomi dan kesejahteraan. Sehingga, ke depan akam muncul Al Falah mart, Darussalam Mart, dan seterusnya, sehingga bukan lagi hanya Alfa mart, indo mart dan sebagainya yang menjamur.

Ijtima’ juga akan membahas masalah sosial kontemporer, misalkan urusan istita’a kesehatan haji. Apakah kesehatan masuk bagian Syarat kemampuan berhaji.

Ustadz Hajrul Malik.

Masalah lain adalah rencana pemerintah akan memotong gaji PNS untuk dipotong Langsung sebagai zakat.

Forum ini juga akan merespon terkait perumusan perundang-undangan, peran ulama sangat nyata untuk mengarahkan substansi dan formal sebuah perundangan undangan sebab Ummat Islam menjadi objek dari pelaksanaan sebuah perundang-undangan atau kebijakan yang dituangkan dalam undang undang yang ditetapkan.

Ijtima’ ulama dihadiri dari perwakilan MUI Sulawesi Barat diantaranya, Ustadz H. Hajrul Malik, S.Ag Wakil Ketua MUI Mamuju, KH. Syahid Rasyid Komisi Fatwa MUI Polewali Mandar, KH. Khozin, Ketua MUI Mamuju Tengah.

Ijtima’ ulama ini juga dihadiri dari perwakilan MUI Sulawesi Barat diantaranya, Ustadz H. Hajrul Malik, S.Ag Wakil Ketua MUI Mamuju, KH. Syahid Rasyid Komisi Fatwa MUI Polewali Mandar, KH. Khozin, Ketua MUI Mamuju Tengah.

Semoga ijtima’ ulama memberikan kontribusi semakin kuat atas terwujudnya kedamaian di NKRI ini.

pemberian bantuan kepada rakyat Palestina

Sebelumnya, di hari pertama pembukaan Ijtima’ ulama, dilaksanakan pemberian bantuan kepada rakyat Palestina. Bantuan tersebut berasal dari sumbangan masyarakat Kalsel sebesar Rp 3 Miliar dan nantuan itu langsung diterima oleh tim dari Palestina dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Palestina.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *