Geger! Sesosok Mayat Pria Ditemukan di Atas Mobil

Peristiwa

Mapos, Polman – Warga Polman Kelurahan Lantora Kecamatan Polewali, Sabtu malam (13/1/2018) pukul 21.00 WITA, digegerkan dengan adanya penemuan sosok mayat berjenis kelamin laki – laki. Posisi mayat terkelungkup didalam mobil Toyota Yaris nomor Polisi DD 305 IR.

Penemuan mayat itu, tidak jauh dari kediaman Rumah pribadi Sekertaris daerah ( Sekda) Kabupaten Polman dijalan Poros Polman Majene.

Mayat yang ditemukan oleh petugas ini merupakan orang terdekat Sekda Polman atas nama Sahbir alias Lamber (51).

Ia ditemukan sudah tidak bernyawa lagi didalam Mobil dalam keadaan setengah bugil dengan posisi duduk dibagian jok belakang mobil.

Petugas pun membawa jenazah tersebut kerumah sakit umum daerah Polewali untuk divisum.

Menurut kasat Reskrim Polres Polman AKP Niki Ramdanhi didampingi Kapolsek Polewali AKP Mansur S. Pdi mengatakan, pihak Kepolisian tengah melakukan pendalaman terhadap kasus ini, apakah kematian korban ada inidikasi pembunuhan atau tidak.

“Masih kita dalami apakah ada indikasi kejahatan yang membuat nyawa korban ini melayang,” tutur Niki.

Ia mengatakan, dari hasil Visum luar oleh dokter RSUD Polman, tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan maupun goresan benda tajam. Hasil sementara dan dilengkapi dengan keterangan pihak keluarga korban bahwa korban ini memiliki riwayat penyakit Vertigo.

Ia menjelaskan, Vertigo (gerakan berputar) adalah salah satu bentuk sakit kepala di mana penderita mengalami persepsi gerakan yang tidak semestinya (biasanya gerakan berputar atau melayang) yang disebabkan oleh gangguan pada sistem vestibular.

”Korban memiliki penyakit Vertigo dan baru saja sembuh dari penyakit tersebut,” ujar Niki.

Vertigo disebabkan oleh virus, dimana penurunan aliran darah ke otak, trauma kepala iskemi seme tara, karena Pengaruh obat obatan dan alkohol, migrain dan beberapa kasus elpilepsi.

Semua informasi, kata Niki terkait kejadian ini, pihaknya akan mendalami sepenuhnya hingga menemukan fakta yang ril dibalik kematian korban.

”Kami akan mendalami kasus ini. Saya tidak mau berandai-andai dulu,” Ucap Niki.

(anto swardana) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *