Gegara Tersinggung, Nyawa Petani di Majene Melayang

Peristiwa

Mapos, Majene – Lantaran tersinggung kerap diledek oleh korban, palaku bernama Ramli Budul alias Pua Cua’di pekerjaan petani, nekat menghabisi nyawa Muhdar (37) yang juga petani dengan menggunakan sebilah parang.

Korban Muhdar sudah menjadi mayat di RSUD Majene foto : Ist

Menurut Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Syaiful Isnaini, Jum’at (14/9/2018), peristiwa berdarah itu terjadi Rabu (12/9/2018) sekitar pukul 18.30 Wita di lingkungan Puawang Kelurahan Baruga Dhua Kecamatan Banggae Kabupaten Majene.

AKP Syaiful Isnaini menceriterakan kronologis kejadiannya, bahwa pada hari Rabu tanggal 12 september 2018, sekitar pukul 18.30 Wita pelaku mendatangi rumah korban dengan membawa sebilah parang untuk menanyakan perihal alasan korban yang selalu meledek pelaku.

Apa anna simata namucawu-cawu a’ (kenapa selalu meledek saya red)?” tanya pelaku kepada korban dengan menggunakan bahasa Mandar, seperti di tirukan Kasat Reskrim Polres Majene AKP Syaiful Isnaini.

Oleh korban kemudian menjawab dengan berteriak, “Kenapa?” sambil marah kepada pelaku.

Saat itulah, pelaku menebas pelaku dengan parang yang sudah dia bawa dari rumah dan tepat mengenai bagian dada korban sebanyak 4 kali.

Belum puas dengan tebasan empat kali, pelaku melanjutkan ayunan tebasan mautnya ke punggung korban sebanyak 1 kali.

Melihat korbannya sudah tidak berdaya, pelaku lalu turun dari rumah korban dan menyerahkan diri ke kantor Polres Majene.

Mendapat laporan dari pelaku, polisi langsung menuju ke tempat kejadian peristiwa serta membawa korban yang sudah tidak bernyawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene untuk di visum.

Selain pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti berupa sebilah parang, 1 unit handphone nokia warna biru milik korban, 1 lembar sarung milik korban, 1 buah songkok milik korban, 1 lembar baju milik pelaku, dan 1 lembar celana pendek jeans milik pelaku.

Hingga berita ini tayang, polisi masih memeriksa sejumlah saksi.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *