Gara-gara Rupiah Melemah, PLN Rugi Rp18 Triliun

Nasional

Mapos, Jakarta¬†–¬†PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatatkan rugi bersih hingga kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp18,46 triliun. Kerugian tersebut membengkak dibandingkan posisi kuartal II 2018 sebesar Rp5,35 triliun dan berbanding terbalik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih laba Rp3,06 triliun.

Amblasnya kinerja PLN terutama disebabkan kerugian atas selisih kurs, seiring pelemahan nilai tukar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan usaha PLN tercatat masih menanjak dari Rp187,88 triliun pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp200 triliun pada kuartal III ini. Namun, beban usaha tercatat melonjak dari Rp200 triliun menjadi Rp24 triliun.

Kenaikan beban usaha terutama didorong oleh kenaikan beban bahan bakar dan pelumas yang naik dari Rp85 triliun menjadi Rp101 triliun. Selain itu, beban pembelian tenaga listrik juga menanjak dari Rp53 triliun menjadi Rp60 triliun.

Alhasil, rugi usaha PLN sebelum subsidi hingga kuartal III 2018 mencapai Rp23 triliun, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp12,43 triliun. Pemerintah pun telah menyalurkan subsidi kepada PLN mencapai Rp39,78 triliun, naik dibanding periode yang sama tahun lalu Rp36 triliun.

Dengan subsidi tersebut, PLN sebenarnya masih membukukan laba usaha setelah subsidi Rp16,69 triloiun dan laba sebelum selisih kurs dan pajak Rp9,61 triliun. Namun, adanya kerugian kurs mata uang asing bersih sebesar Rp17,33 triliun menyebabkan PLN mengalami rugi bersih Rp18,47 triliun.

Ilustrasi

Kerugian kurs sebenarnya juga dicatatkan PLN pada periode yang sama tahun lalu. Namun, jumlahnya hanya mencapai Rp3,18 triliun.

(*)

(Sumber: CNNIndonesia.com)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.