Fahmi Massiara : Jangan Coba-coba dalam Kompetisi Sekda

Majene

Mapos, Majene – Tahapan penjaringan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majene tengah berlangsung. Dan untuk mengikuti ajang itu, Bupati Majene Fahmi Massiara mewanti wanti agar peserta tidak asal coba-coba atau sekedar turut meramaikan seleksi jabatan Sekda.

“Silakan saudara ikut dalam kompetisi. Saudara harus betul betul mempersiapkan diri. Jangan ada istilah coba-coba dan hanya turut meramaikan saja. Karena orang yang hanya coba-coba dan hanya turut meramaikan justru banyak berkomentar,” tegas Fahmi Massiara Senin (30/4/2018) saat melantik pejabat Sekda Majene Arifuddin di Ruang Pola Kantor Bupati Majene.

Dalam sambutannya, Fami mengatakan acara pelantikan pejabat sekretaris daerah kali ini merupakan sesuatu yang baru, karena sepanjang sejarah pemerintahan, belum pernah dilakukan pelantikan kepada pejabat sementara. Namun karena amanah peraturan perundang undangan dalam rangka urusan pemerintahan umum, maka pelantikan pejabat sekretaris daerah wajib dilaksanakan.

“Penunjukan pelaksana tugas Sekda saat ini dilakukan karena Sekda Majene sebelumnya telah memasuki usia pensiun,” ujar Fahmi.

Sambil menyiapkan seleksi terbuka jabatan tinggi pratama Sekda defenitif, Bupati Fahmi melantik Arifuddin.

“Dalam rentang waktu tersebut keluar aturan yang mengatur tentang pejabat Sekda yaitu Peraturan Presiden (Peppres) Nomor 3 tahun 2018 tentang pejabat sekretaris daerah sebagai pelaksana sebagaimana ditentukan dalam pasal 214 ayat (5) Undang Undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah,” kata Fahmi.

Dalam pasal 1 Peppres katanya, menyatakan bahwa pejabat Sekda diangkat untuk melaksanakan tugas Sekda yang berhalangan melaksanakan tugas karena tidak bisa melaksanakan tugas dan atau terjadi kekosongan Sekda.

Selanjutnya dalam pasal 5 ayat (2) menyebutkan, bupati/walikota mengangkat pejabat Sekda pejabat Sekda kabupaten/kota untuk melaksanakan tugas Sekda setelah mendapat persetujuan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat.

Ketentuan ini kata Fahmi juga telah dia laksanakan dengan diterimanya surat persetujuan gubernur nomor 800/277/IV-18/BKD tanggal 06 April 2018.

Dalam persetujuan tersebut menegaskan, bahwa jabatan pejabat Sekda paling lama tiga bulan.

“Hal itu menjadi penerang karena dalam waktu tiga bulan masa jabatan Sekda terlampaui, maka terjadi kekosongan jabatan Sekda sehingga berdasarkan pasal 10 ayat (2) huruf b berbunyi, gubernur sebagai wakil pemerintah pusat menunjuk pejabat Sekda.

Terkait masa jabatan pelaksana tugas Sekda selama tiga bulan, Fahmi mengatakan pihaknya telah melakukan proses seleksi terbuka dengan membentuk tiga tim kepanitiaan untuk melakukan uji kompetensi di dua segmen yaitu kompetensi manajerial maupun kompetensi jabatan.

“Tim sudah bekerja sejak satu bulan lalu untuk mempersiapkan segala kelengkapan administrasi yang diperlukan oleh Komisi ASN dalam rangka rekomendasi dimulainya tahapan seleksi,” beber Fahmi.

Dia menginbau agar proses seleksi yang dilakukan secara terbuka saat ini berjalan dan ditanggapi secara obyektif. “Ibarat pertandingan, jangan ada pihak yang merasa kalah sebelum bertanding begitupun juga jangan ada pihak yang merasa sebagai pemenang sebelum berlaga. Mudah-mudahan awal bulan ini tahapan seleksi terbuka penjaringan Sekda dapat dimulai,” tegas Fahmi seraya mengimbau agar peserta seleksi tidak main-main dalam proses penjaringan kelak.

“Silakan saudara ikut dalam kompetisi. Saudara harus betul betul mempersiapkan diri. Jangan ada istilah coba-coba dan turut meramaikan saja, karena orang yang hanya coba coba dan turut meramaikan justru banyak berkomentar,” pungkas Fahmi Massiara.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *