Fahmi Massiara : Di Majene Ada 321 Kasus Baru TBC

Kesehatan

Mapos, Majene – Di Indonesia diperkirakan ada 1.020.000 kasus baru penyakit tuberculosis (TBC) dan baru sepertiganya yang ditemukan dan diobati. Khusus di Kabupaten Majene terdapat 321 kasus baru TBC dan masih ada yang belum ditemukan,
atau sudah ditemukan dan diobati namun masih ada yang putus pengobatan.

Hal ini dikemukakan Bupati Majene, Fahmi Massiara saat memperingati hari TBC sedunia Minggu (25/3/2018) di pelataran Gedung Assamalebuang Kabupaten Majene pagi tadi.

Tema peringatan hari TB sedunia 2018 ditingkat nasional yaitu ”Peduli TBC, Indonesia Sehat” dengan aksi temukan tuberkulosis obati sampai sembuh (TOSS TBC) kata Fahmi, diharapkan dapat mendorong dan meningkatkan peran serta dan dukungan masyarakat dalam program penanggulangan TBC.

“Seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga dan segenap jajaran lintas sektor serta pemangku kepentingan diharapkan mendukung program penanggulangan TBC dan memprioritaskan TBC sebagai masalah yang harus diselesaikan bersama,” tegas Fahmi.

Ia tak lupa menyampaikan penghargan kepada seluruh kader dan semua orang yang turut serta mengetuk pintu rumah-rumah warga untuk menyampaikan edukasi TBC dan mengajak mereka yang bergejala TB untuk memerilsakan diri ke Puskesmas.

“Pada kesempatan yang baik ini pula, saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada semua pihak yang telah turut berpartisipasi menyiapkan dan menyelenggarakan serta menjadi bagian dari kegiatan puncak HTBS pada hari ini,” ujar Fahmi Massiara dihadapan para undangan.

Lebih jauh Fahmi berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, intensif dan penuh semangat di Kabupaten Majene. Dengan demikian semua orang yang terduga TBC dapat ditemukan dan diobati sampai sembuh guna mewujudkan “Indonesia dan Dunia Eliminasl TBC 2030′

“Peran serta keluarga dan mantan pasien TB adalah kunci utama suksesnya gerakan TOSS TB, semangat dan kepatuhan pasien untuk minum obat sangat ditentukan oleh dukungan dari keluarga. Juga keberhasilan para mantan pasien TBC dalam menjalani proses pengobatan selama 6 bulan dapat menjadikan mereka sebagai panutan dan motivator bagi pasien Iainnya,” sebut Fahmi.

Fahmi juga menyampaikan penghargaan setinggitingginya kepada Dinas Kesehatan beserta jajarannya yang secara aktif melakukan gerakan ”TOSS TBC”, baik dalam rangka hari tuberkulosis sedunia tahun ini maupun dalam implementasi program di area kerja masing-masing sepanjang tahun.

“Oleh karena itu pada hari TBC sedunia ini kita perlu meningkatkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat tentang pentingnya berobat sampai sembuh untuk setiap kasus TBC agar tidak menularkan pada orang di sekitarnva,” kata Bupati Fahmi.

Lagi kata dia, orang terduga TBC ditandai dengan gejala batuk terus menerus, seringkali disertai berat badan menurun, kadang sesak nafas dan berkeringat pada malam hari tanpa melakukan aktifltas.

Penularan TBC juga berisiko pada sekelompok orang yang tinggal di tempat yang tidak memenuhi syarat kesehatan seperti di Rutan atau Lapas, sekolah ber asrama, tempat kerja dan masyarakat yang tinggal di Iingkungan yang padat dan kumuh.

“Oleh karena itu para penggung jawab atau pengola institusi tersebut perlu mengambil langkah nyata dalam upaya penemuan dan pengobatan TBC secara dini sehingga penularannya dapat dicegah,” tandas Bupati Majene Fahmi Massiara.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *