Dugaan Korupsi, Ketua Pokja Sulbar Mangkir dari Panggilan Jaksa

Hukum

Mapos, Pasangkayu –┬áSetelah sebelumnya pihak Kejaksaan Negeri Mamuju Utara (Matra), Kabupaten Pasangkayu memeriksa sekitar 30 orang saksi, kini giliran ketua pokja Dinas Pertanian Sulbar inisial A, yang diperiksa oleh pihak kejaksaan. Namun panggilan pertama dan kedua tak dihadiri.

Didalam surat panggilan kedua, pemeriksaan inisial A pada Kamis (20/9/2018) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan benih padi dan caplak yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,6 miliar.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Mamuju Utara, Hijaz Yunus mengatakan, pemeriksaan inisial A pada Kamis (20/9/2018). Namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan.

Ia mengatakan, untuk panggilan ketiga akan dilayangkan kepada yang bersangkutan. Bila tetap mangkir, Kejari Matra akan melakukan penjemputan paksa.

“Bila masih mangkir, kita jemput paksa,” ujarnya.

Selain akan memeriksa ketua pokja, Kejari Mamuju Utara juga telah memeriksa 30 orang yang ada kaitannya dengan perkara ini.

“Sudah 30 orang yang kita periksa. Statusnya masih sebatas saksi,” terang Hijaz.

Sebelumnya, Kejari Mamuju Utara telah meminta keterangan dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Mamuju Utara selaku tim teknis dalam hal pendampingan penyaluran bantuan,

Menurut Hijaz, dari temuan sementara, baik Dinas Pertanian Kabupaten dan Dinas Pertanian Provinsi Sulbar dalam menyalurkan bantuan tidak sesuai dengan juknis yang ditetapkan oleh pemerintah.

Menurut Hijaz, berdasarkan keterangan saksi dari bagian perencanaan bahwa alat caplak itu digunakan sebagai penanda batas sebelum petani tanam padi, sementara satu caplak peruntukannya untuk sepuluh hektar lahan.

“Sedangkan lahan persawahan di Kabupaten Pasangkayu sekitar 4500 ha. Sementara pengadaan caplak berdasarkan luasan persawahan di Kabupaten Pasangkayu sekitar 4500 ha dan seharusnya 4500 ha adalah caplak. Namun yang diadakan oleh Dinas Pertanian Sulawesi Barat hanya 50 caplak dan 400 caplak fiktif,” papar Hijaz.

Kasi Pidsus Kejari Mamuju Utara, Hijaz

Dari informasi yang diterima baru-baru, ketua pokja akan hadir memenuhi panggilan Kejari Matra pada Selasa depan.

“Ketidak hadiran A lantaran kesibukannya,” sebut Hijaz via wahatsapp baru-baru ini, Sabtu (22/9/2018).

(joni tonapa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *