Majene  

Dosen dan Mahasiswa Biologi Unsulbar Latih Warga Desa Balombong Olah Daun Kelor jadi Bakso

Mapos, Majene — Dalam mewujudkan pengabdian kepada masyarakat, sejumlah program dibuat oleh dosen dan mahasiswa pada Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).

Salah satu bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang mereka lakukan yaitu mengedukasi dan melatih warga Desa Balombong Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mengolah ikan jenis barukuda yang oleh masyarakat setempat menamai ikan ambu.

“Kami (Dosen dan Mahasiswa) mengedukasi dan melatih warga khususnya kaum ibu-ibu untuk mengolah potensi lokal guna peningkatan ekonomi,” sebut Sekertaris Prodi Pendidikan Biologi Unsulbar, Phika Ainnadya Hasan, Kamis (9/12/2022).

Ia memberi contoh, ikan barakuda atau lebih dikenal oleh masyarakat setempat sebagai ikan ambu dapat diolah menjadi bakso, nugget dan pempek yang bisa menjadi peluang bagi warga sekitar untuk meningkatkan pendapatan.

“Rasanya joss, nutrisinya yess. Ikan ambu yang terkenal dengan duri banyak sehingga menyulitkan saat dimasak diolah menjadi bakso, nugget dan pempek. Ini bisa jadi produk andalan masyarakat Desa Balombong,” ungkap Phika Ainnadya Hasan.

Tak hanya ikan ambu lanjutnya, warga juga dilatih untuk mengolah daun kelor menjadi olahan bakso dan keripik.

“Bahan baku yang melimpah dan hasilnya yang kaya akan nutrisi ini juga bisa meningkatkan ekonomi warga dengan memanfaatkan potensi lokal,” terangnya.

Dia berharap kegiatan PKM ini bisa membuka gagasan kreatif masyarakat dalam berbisnis, guna mendukung program pemerintah yaitu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pasca pandemi Covid-19.

“Tujuan kegiatan PKM kita adalah membantu masyarakat Desa Balombong dalam menentukan arah strategi pengembangan desa. Strategi yang dimaksud adalah mengembangkan potensi lokal dalam sektor ekonomi kreatif,” kata Phika Ainnadya Hasan.

Dalam kegiatan itu, Tim PKM Unsulbar juga turut menyerahkan tanaman buah dalam pot kepada warga dan dalam pembuatan pupuk organik cair yang terbuat dari serasah daun.

Selanjutnya, kegiatan PKM yang mendapat apresiasi dari warga dan Pemerintah Desa Balombong ini akan dilakukan monitoring sepekan hingga sebulan setelah kegiatan.

Monitoring tersebut bertujuan untuk mengetahui minat masyarakat dalam mengembangkan produk yang telah dihasilkan.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...