Dispensasi Perkawinan Anak, Bagini Kata Menteri Agama

Nasional

Mapos, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta para hakim di pengadilan agama betul-betul bijak ketika menerima permohonan dispensasi untuk perkawinan anak atau perkawinan dibawah umur.

Hakim harus benar-benar mempertimbangkan secara komprehensif permohonan tersebut sebelum menjatuhkan putusan. Kalaupun hakim di pengadilan agama harus mengabulkan permohonan tersebut, kasusnya harus benar-benar dalam kondisi sangat khusus.

”Di sinilah kita mengharapkan kearifan dari para hakim. Ketika ingin memberikan dispensasi dalam bentuk pengecualian terhadap larangan perkawinan dibawah umur harus betul-betul dan semata-mata demi kemaslahatan pemohon,” ujar Lukman di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Dilansir dari harian Kompas edisi Selasa (17/4/2018) jari ini, Lukman menanggapi dispensasi perkawinan yang diberikan Pengadilan Agama Bantaeng, Sulawesi Selatan, terhadap pasangan anak dibawah umur Sy (15) dan Fa (14).

Perkawinan Sy dan Fa saat ini Viral di media sosial. Meski kantor urusan agama (KUA) setempat menolak menikahkan mereka karena masih dibawah umur, keluarga kedua anak tersebut mengajukan permohonan dispensasi ke Pengadilan Agama Bantaeng dan ternyata permohonan dikabulkan oleh hakim.

Mencegah

Meski undang-undang memberi peluang adanya dispensasi dari pengadilan untuk perkawinan dibawah umur, Lukman menegaskan, sebagai Menteri Agama, posisinya jelas, yakni mencegah perkawinan dibawah umur karena keburukannya lebih besar daripada manfaatnya. ”Jadi, tidak bisa mengobral. Semua orang yang mengajukan dispensasi lalu dikabulkan. Tidak bisa demikian. Ini adalah klausul yang sifatnya sangat darurat,” tegas Lukman.

Karena itu, Lukman menyatakan, kasus yang terjadi pada Sy dan Fa pasti sangat kasuistis.

”Itulah kenapa undang-undang hanya memberikan kewenangan itu kepada para hakim, bukan diberikan kepada penghulu atau KUA,” kata Lukman.

Indry Oktaviani dari Koalisi Perempuan Indonesia, yang juga Koordinator Koalisi 18+ yang mendampingi korban perkawinan anak dalam uji materi UU Perkawinan di Mahkamah Konstitusi, menilai pertimbangan hakim pengadilan agama dalam memutus permohonan dispensasi sangat sumir. Sejauh ini belum ada panduan dari Mahkamah Agung bagi hakim pengadilan agama untuk memutuskan diterima atau ditolaknya sebuah permohonan dispensasi.

(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *