Diperlakukan Tidak Manusiawi, Bupati: Kita Akan Evaluasi

Mamuju

Mapos, Mamuju¬†–¬†Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid ikut berkomentar perihal kondisi ratusan pengungsi yang menolak tinggal di posko utama darurat siaga bencana yang didirikan pemerintah kabupaten Mamuju.

Sebanyak 176 korban banjir, Kamis pekan lalu kini memilih untuk menetap di Mapolres Mamuju. Mereka merasa lebih diperlakukan secara layak oleh pihak kepolisian, ketimbang perlakuan yang mereka terima dari petugas di posko utama.

Habsi mengaku bakal melakukan tindakan nyata untuk segera mengatasi persoalan antara para pengusi dengan sejumlah petugas yang ada di posko induk.

“Ini sebentar saya akan evaluasi hal itu,” ujar Habsi Wahid, Senin (26/3/2018).

Pengungsi Korban Banjir Bandang di Posko Polres Metro Mamuju.

Seperti diberitakan, ratusan pengungsi merasa tak betah untuk tinggal di posko induk darurat siaga bencara yang didirikan pemerintah kabupaten Mamuju di gedung PKK, jalan AP Pettarani, Mamuju. Para pengungsi mengaku diperlakukan secara tidak manusiawi oleh para petugas di posko induk.

“Masalahnya dan bagaimana kejadiannya, sehingga itu bisa kita benahi,” begitu penjelasan Habsi Wahid.

(manaf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *