Din Syamsuddin Kecewa Polisi Bebaskan Anggota Banser Pembakar Bendera Tauhid

Nasional

Mapos, Jakarta – Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menyesalkan keputusan pihak kepolisian yang membebaskan tiga orang terduga pelaku pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid. Menurut Din, seharusnya aparat kepolisian bisa mengambil keputusan lebih adil.

“Kasus pembakaran bendera pada hemat saya ini masalah prinsip serius. Harus perlu ditangani secara tepat dan benar jangan salah langkah, jangan memberi nuansa ketidakadilan,” kata Din di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Din pun melihat polisi tidak bertindak adil dalam kasus ini. Ia khawatir hal ini akan menimbulkan polemik berkepanjangan, sehingga merugikan umat Islam.

“Hemat saya ini sudahlah kalau berlanjut umat Islam yang besar ini akan terlibat dalam perpecahan dan merugikan umat Islam sendiri,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Din berharap pelaku pembakaran segera meminta ampun kepada Allah dan meminta maaf kepada sesama muslim. “Tidak perlu bereaksi secara berlebihan pula. Seperti ini jelas ukhuwah Islamiyah kita akan terganggu dan itu sangat mahal harganya karena persoalan seperti ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat dan Polres Garut telah melakukan gelar perkara terbuka kasus dugaan pembakaran bendera bertuliskan lafaz kalimat tauhid, atau yang dinyatakan polisi sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Hasilnya, polisi menyatakan tiga orang terduga pembakar bendera tidak bersalah.

Din Syamsuddin

“Terhadap tiga orang anggota Banser yang membakar tidak dapat disangka melakukan perbuatan pidana karena salah satu unsur yaitu niat jahat tidak terpenuhi,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (25/10/2018).

(*)

(Sumber: JawaPos.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...