Dilapor Cemarkan Nama Baik Oleh Istri Gubernur Sulbar, Ini Kata Anggota DPRD Majene

Hukum

Mapos, Majene – Orasi yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Majene ketika unjuk rasa atas kebijakan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) dalam membagi hak partisipasi atau participating interest (PI) minyak dan gas bumi (migas) di Blok Sebuku Pulau Lerek-lerekang berbuntut pidana.

Suasana saat orasi PI Migas Blok Sebuku Tugu Perjuangan Pusat Pertokoan Majene foto : fajar soenoe

Salah seorang orator yang juga anggota DPRD setempat Has dilapor oleh istri Gubernur Sulbar ABM, Andi Ruskati ke Polres Majene. Dalam laporannya, Andi Ruskati menyebut, dirinya tidak terima jika Has menuding dia menghianati rakyat Majene.

Menanggapi laporan Andi Ruskati, Has dikonfirmasi Selasa (3/7/2018) mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima panggilan dari pihak kepolisian.

Kendatipun demikian, dia siap menghadapi laporan Andi Ruskati.

“Kalau itu yang dipermasalahkan Andi Ruskati silakan saja. Itu tidak spontan pak kalau seperti kita yang naik berbicara. Kita sudah tersusun sedemikian rupa, baik titik maupun komanya. Saya sarjana hukum, jadi semua sudah dipikirkan. Saya bilang Ruskati itu adalah warga Majene dan lupa akan kampungnya sendiri. Itu kan belum memenuhi unsur,” kata Has.

Bahkan kata Has, dia bermaksud juga akan melakukan upaya laporan balik kepada polisi karena katanya, ABM sudah menyebut bahwa masyarakat Majene bodoh.

“Kita juga akan melapor balik kalau dia melapor,” ancam Has.

Kepolres Majene AKBP Asri Effendy dikonfirmasi terpisah mengaku kalau laporan Andi Ruskati sudah diterima penyidik Polres Majene.

“Tidak tahu ya, mungkin penyidik sudah melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan atau belum. Tanyakan saja ke penyidik,” kata Kapolres Majene AKBP Asri Effendy.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Majene AKP Syaiful Isnaini mengatakan oleh penyidik sudah memintai keterangan kepada empat orang saksi.

“Sudah ada empat orang yang dimintai keterangan terkait laporan istri gubernur Sulbar,” tegas AKP Syaiful Isnaini, seraya menambahkan bahwa polisi akan profesional dalam menangani perkara tersebut dengan menghadirkan beberapa saksi termasuk saksi ahli bahasa.

Disinggung soal pasal yang bakal menjerat Has atas laporan Andi Ruskati, Kasat Reskrim Polres Majene AKP Syaiful Isnaini menyatakan terlapor bisa dikenakan pasal 310 KUHP yaitu pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman paling lama 9 bulan.

(Ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *