Diduga Dana Desa Patika Disalahgunakan

Hukum

Mapos, Pasangkayu – Sesuai Instruksi Presiden Republlk Indonesia Joko Widodo tentang penggunaan dana desa agar pengelolaan dan manajemannya harus diawasi secara terus menerus oleh masyarakat. Hasilnya, masyarakat Desa Patika Kecamatan Sarudu Kabupaten Pasangkayu melihat ada dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa.

Menurut mereka, banyak fakta yang menguatkan ada dugaan penyimpangan dana desa seperti ditemukan sejumlah titik pekerjaan tak kunjung selesai dikerjakan.

Dalam surat yang dilayangkan ke Mapos atas nama masyarakat Desa Patika, Ardiansah Kamis (8/3/2018) menyebutkan, pekerjaan peningkatan jalan di Dusun Polewali tahun anggaran 2016 belum selesai sampai saat ini, sementara biayanya dinyatakan selesai di tahun anggaran 2016.

Pekerjaan pembuatan talud yang dikerjakan di Desa Bulumario sepanjang kurang Iebih 400 meter dinilai bukan untuk kepentingan masyarakat banyak, sedangkan masih banyak jalan-jalan tani atau pembangunan yang bisa dirasakan Iangsung oleh masyarakat Desa Patika tidak dilakukan oleh kepala desa.

Juga pekerjaan talud kurang Iebih 30 meter di Dusun Polewali Desa Patika tahun 2017 roboh akibat pasangan pondasinya yang tidak ditanam dan tidak ditimbun, serta ada pembuatan talud di Dusun Patika tahun anggaran 2016 juga belum tuntas sampai saat ini. Sedangkan pertanggungjawaban tahun 2016 sudah dilaporkan dan dinyatakan selesai.

Pekerjaan pembuatan plat duiker di jalan kubur Dusun Latansa Desa Patika tahun 2017 yang hanya memakai pasir halus dan duiker tersebut lebih rendah daripada jalan sehingga kualitas duiker dipertanyakan.

Pembagian sepeda motor untuk para kepala dusun tidak diserahkan kepada kepala dusun Patika Desa Patika dengan alasan kepala dusun tarsebut mempunyai motor pribadi.

Tunjangan Ketua BPD Desa Patika yang tidak dlbayarkan pada tahun 2016, tapi pada pertanggungjawaban terdapat tandatangan sebagai tanda terima tunjangan sebagai Ketua BPD (tanda tangan ketua BPD diduga dipalsukan).

Pergantian Kepala BPD Desa Patika yang terasa janggal pada awal lahun 2017.

Keluhan dari beberapa pedagang sawit khususnya yang berdomisi di Desa Patika karena adanya pungutan Rp10O ribu per ret untuk truck dengan alasan pemeliharaan jalan.

Pembuatan plat duiker tahun 2017 sebanyak 2 unit dl Dusun Bulu Bola Desa Patika yang sampai saat ini belum dukerjakan.

“Tidak adanya transparansi dari Pemerintah Desa Patika Kecamatan Sarudu dalam perencanaan dan pengelolaan Dana Desa maupun APBDesa,” seperti isi surat masyarakat Desa Patika Kecamatan Sarudu tanggal 19 Februari 2018.

(Berita ini masih akan diverifikasi lebih lanjut)

(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *