Diduga, Ada Kongkalikong Pada Proyek Senilai Rp12,7 M di Majene

Peristiwa

Mapos, Majene – Pengerjaan proyek penahan tebing Sungai Abaga di Kelurahan Baruga Kecamatan Banggae Kabupaten Majene yang diduga dikerja asal jadi, ternyata oleh pelaksana – PT Banua Surya dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Sungai Kalukku – Lariang Wilayah III diduga ‘kongkalikong’.

Foto/istimewa.

Menurut salah seorang pekerja yang turut dalam kegiatan proyek senilai Rp12,7 miliar itu, Salman, beberapa kali pihak PPK bernama Asdar berjumpa dengan pelaksana proyek H Ramlan Ramli untuk membicarakan hal-hal secara rahasia.

“Saya yakin keduanya membicarakan soal bagaimana mengakali proyek itu,” ungkap Muhammad Nur Salman kepada Mamujupos.com, Senin (13/8/2018).

Foto/istimewa.

Menurutnya, sederet dugaan tindak pidana korupsi dilakukan oleh PT Banua Surya.

“Kalau penyidik minta saya untuk memberikan keterangan, saya bersedia. Ini kan dugaan tindak pidana korupsi. Masak saya harus membuat laporan secara resmi?” tanya Salman penuh heran menanggapi tanggapan penyidik yang mengharuskan dirinya membuat laporan polisi.

“Faktanya banyak kok. Saya bersedia menjadi saksi dengan teman-teman lain yang ikut dalam kegiatan itu,” kata Salman menantang penyidik untuk memanggil dirinya sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi itu.

Foto/istimewa.

Lebih jauh kata dia, selain material campuran, semen, besi dan bahkan timbunan juga diakali oleh pelaksana.

“Yang saya tahu, berdasarkan RAB, harga timbunan dalam kontrak mencapai Rp500 juta. Itu sebagian kecil saja yang dilaksanakan oleh PT Banua Surya. Coba mari kita lihat pada sandaran bangunan, disana tidak ada timbunan,” beber Salman.

Foto/istimewa.

Dia menyebut, aparat disilakan menanyakan hal ini kepada PPK Asdar dan Pelaksana Teknik (Peltek) Sumarlin serta pengawas Andi Irfan.

“Mereka ini sekongkol. Buktinya, proyek dibayarkan 100 persen padahal kondisinya masih seperti itu,” ketus Salman.

Foto/istimewa.

Sementara, Direskrimsus Polda Sulbar dikonfirmasi terkait dugaan tindak pidana korupsi atas PT Banua Surya mengaku, berdasarkan laporan dari unit Tipikor Polres Majene, tidak ada dugaan seperti yang dituduhkan Salman.

“Saya tadi video call dengan teman-teman (Penyidik Tipikor Majene). Gambar yang anda naikkan itu ada air. Disana sekarang tidak ada air. Kalau memang bapak mau melapor, silakan melapor secara resmi ke Polda,” ujar Kasubdit Tipikor AKBP Musa.

Foto/istimewa.

Hingga berita ini naik cetak, belum ada pihak berkompeten yang mau memberikan keterangan. Apa karena proyek miliaran ya? Wallahu alam bissawab.

(ipunk)

1 thought on “Diduga, Ada Kongkalikong Pada Proyek Senilai Rp12,7 M di Majene

  1. Proyek begini… Siapa yang mengawas siapa yg diawasi?? Bgitukah namanya kongkalikong?? Klo itu sih baiknya diperiksa betul itu..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *