Diancam Ingin Bunuh Diri, Alumni Kebidanan Bantu Lakukan ini

Hukum

Mapos, Majene – Lantaran diancam oleh AII (27) bunuh diri, lulusan ilmu kebidanan berinisial FR (30) nekat membantu AII untuk melakukan aborsi pada Kamis 19 Oktober 2017 silam.

“Jika saya tidak bantu melakukan aborsi, AII akan bunun diri dengan jalan mengiris pergelangan tangannya,” ungkap FR kepada mamujupos.com, pada reka ulang perkara aborsi Rabu (31/1/2018).

Adegan 6 reka ulang aborsi di Lingkungan Lembang Dhua Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae

Kasus ini terkuak setelah jajaran Polres Majene mendapat laporan informasi dari masyarakat yang menyebutkan, bahwa di salah satu rumah warga di Lingkungan Lembang Dhua Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae Timur telah dijadikan tempat praktik aborsi.

Polisi kemudiam bergerak cepat. Pada hari Kamis 19 Oktober 2017, lagi-lagi ada kabar bahwa pada Senin lalu ada seorang perempuan yang melakukan aborsi di Lingkungan Rangas Kelurahan Totoli Kecamatan Banggae.

Tidak membuang waktu, polisi segera menangkap AII yang diduga sebagai ibu kandung janin korban aborsi.

Dalam reka ulang kasus aborsi dengan menghadirkan para saksi, tersangka, pihak penuntut umum dari Kejaksaan Negeri dan dikawal ketat oleh puluhan personel Polres Majene di dua lokasi berbeda terungkap, pada hari Minggu 15 Oktiber 2017 sekitar pukul 14.00 Wita di rumah PR di Lingkungan Rangas Timur Kelurahan Totoli Kecamatan Banggae, tersangka AII menelpon tersangka FR untuk datang melakukan abortus.

Tidak lama, FR datang dengan membawa obat penggugur kandungan sebanyak dua butir. Satu diminum satunya lagi dimasukakkan ke dalam organ intim tersangka AII.

Dari pengakuan FR, obat sediaan farmasi untuk menggugurkan janin dia peroleh dari LL (28) yang tak lain juga lulusan ilmu kebidanan dan bekerja sebagai staf honorer RSUD Polman.

Sekitar pukul 19.00 Wita, FR kembali mendatangi rumah PR di Rangas dan kembali membawa dua butir obat dengan aturan pakai sama seperti sebelumnya untuk diberikan kepada AII.

Masih pada hari yang sama, sekitar pukul 23.45 Wita, AII meninggalkan rumah PR dari Rangas tujuan rumah FR di Lembang dengan menggunakan mobil angkutan umum.

Hanya berselang sekitar tiga jam atau Senin 16 Oktober 2017 sekitar pukul 03.00 Wita, AII melahirkan janin terbungkus air ketuban berbentuk bulat. Pada saat itu tersangka memastikan bahwa janin sudah meninggal. Selang beberapa menit kemudian, tersangka AII membungkus janin dengan menggunakan sarung dan memasukkannya ke dalam kantong plastik.

Sekitar pukul 04.30 Wita, lantaran kondisi AII masih lemah sehingga bungkusan kantong plastik yang berisikan jenazah janin korban aborsi diantar oleh tersangka lainnya yaitu DN (21) dan FS (16) ke rumah PR di Rangas untuk dikebumikan dengan membonceng kepada saksi Bakhyt dan Fitra.

Ada sekitar 40 adegan yang diperagakan oleh saksi maupun tersangka dalam reka ulang perkara aborsi.

KBO Reskrim Polres Majene, Ipda Rayendra usai rekonstruksi mengatakan, masing-masing tersangka dikenakan pasal berbeda.

AII diduga keras dengan sengaja melakukan aborsi yang sesuai dengan ketentuan serta merupakan seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan janin yang dikandungnya atau menyuruh orang lain untuk itu dan dilakukan secara berencana, maka dia dijerat dengan pasal 194 jo pasal 75 ayat (2) UU Kesehatan No 36 tahun 2009 dan pasal 342 Sub 346 KUH.Pidana penjara paling lama 10 tahun dengan denda Rp1 miliar.

Demikian juga terhadap FR. Dia dijerat dengan UU Kesehatan No 36 tahun 2009 pasal 194 jo pasal 75 (2) dan pasal 348 KUH.Pidana dengan ancaman hukuman juga paling lama 10 tahun.

Sedangkan tersangka lainnya yaitu DN disangka dengan pasal 56 KUH Pidana dan FS dipersangkakan dengan pasal 56 KUH.Pidana Jo pasal 5 ayat (2) UU RI No. 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak.

Rendra berharap, agar kasus serupa tidak terulang lagi di wilayah hukum Polres Majene dan sekaligus memberikan efek jera terhadap pelaku.

(ipunk)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.