Di Gubuk Reok, Talman Bersama Istri dan Keempat Anaknya Tinggal

Mamuju

Mapos, Mamuju¬†–¬†Diatas tanah 5×8, Talman (45) bersama istri dan keempat anaknya tinggal. Tanah yang ditempatinya merupakan tanah yang dipinjamnya dari H. Singkarru.

“Saya bersyukur masih ada orang baik hati yang mau meminjamkan tanahnya untuk ditempati,” pungkas pria kelahiran Polewali ini.

Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, Talman mengais rezeki dengan memulung.

Sehari-harinya, Talman mengumpulkan botol, kardus dan barang-barang bekas yang masih berharga untuk dijualnya.

Di Gubuk inilah Talman dan keluarganya tinggal.

Dengan hasil itulah, Talman mampu menghidupi istri dan keempat anaknya.

Istrinya bernama Salmah (43), wanita yang selalu setia mendampinginya dalam suka dan duka. Wanita perkasa yang tak pernah berkeluh kesah atas kondisi kehidupannya.

Walaupun dibilang serba kekurangan, Talman dan keluarganya tetap bersyukur.

Gubuk adalah sebutan yang cocok untuk tempat tinggal Talman dan keluarganya. Di gubuk inilah, Talman menghabiskan waktu bersama keluarganya usai memulung dan melepaskan kelelahannya.

Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulbar adalah lokasi gubuk tempat tinggal Talman.

Dalam keluh kesahnya, Talman bercerita bahwa ia bersyukur masih ada orang mau mengunjunginya dan melihat keadaannya.

“Saya bersyukur, masih ada orang yang mau melihat kondisi saya dan keluarga. Terima pak mau mampir ke rumah saya,” ujarnya saat media ini mendatangi tempatnya.

Dalam keluh kesahnya, Talman dan keluarga terkadang harus menahan lapar, kerja sebagai pemulung tidak menjamin hari ini dan esok dapat rezeki.

“Kadang tiga hari kami tidak menyentuh nasi, beli beras saja susah pak. Terkadang roti dan air putih untuk sementara yang bisa mengganjal perut kami,” aku Talman.

Biasanya hasil memulung tidak menentu cerita Talman, walaupun dalam kondisi serba kekurangan, Talman dan keluarganya tetap bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan selama ini.

“Rezeki, maut adalah Allah yang mengatur, dunia ini hanya tempat sementara dan di akhirat nanti tidak ada perbedaan antara miskin dan kaya. Tengoklah kuburan, terlihat tidak ada perbedaan, semua sama,” tuturnya.

Sebelum matahari terbit, Talmam mulai mengais rezeki. Ia tak lupa akan kewajibannya kepada Allah. Shalat adalah yang utama baginya dan hingga menjelang adzan magrib Talman kembali berkumpul bersama keluarganya.

Baginya, waktu sangat berharga. Ia selalu menekankan kepada keluarganya agar jangan melupakan kewajiban.

Di Gubuk inilah Talman dan keluarganya tinggal.

“Saya selalu berpesan kepada keluarga, sesusah apapun kehidupan yang dijalani, jangan pernah tinggalkan kewajiban lima waktu,” ujarnya. Selasa (28/8/2018).

(fitri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *