Demokrat: Jangan Jadi Pemimpin Kalau Tidak Mau Dikritik

  • 25 Okt 2018
  • Politik
  • Sudirman Al Bukhori
  • 47
Gambar Demokrat: Jangan Jadi Pemimpin Kalau Tidak Mau Dikritik Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan

Mapos, Jakarta – Imbas dari polemik dana keluarahan yang dikritik oleh sejumlah pihak, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pernyataan balasan. Capres nomor urut 01 itu menyebut bahwa banyak politikus sontoloyo.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menyesalkan pernyataan Jokowi. Menurutnya, sebagai pemimpin yang baik, seharusnya Jokowi tidak alergi terhadap kritik.

“Begini ilustrasinya, jika engkau tidak ingin dikritik media, jangan jadi Bupati, Gubernur, kan begitu. Lebih bagus kaya ibuku aja sekalian, petani. Kan tidak mungkin kalian kritik,” kata Hinca di komplek DPR RI Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (24/10/2018), seperti dikutip dari JawaPos.com.

Lebih lanjut Hinca mengatakan bahwa kritik yang diarahkan sejumlah politisi kepada Jokowi dianggap masih dalam tahap wajar. Oleh karena itu, dia pun berharap Jokowi meresponsnya dengan tidak berlebihan.

“Kritik-kritik yang disampaikan para politisi itu masih sesuatu yang normal. Ada suatu kebijakan anda kritisi, itu normal saja,” jelasnya.

“Kritik itu harus dianggap sebagai vitamin lah. Tidak perlu misalnya dianggap menjadi berseberangan,” tegasnya.

Sebelumnya, Jokowi geram karena kebijakan dana kelurahan pemerintah banyak disangkutpautkan dengan kepentingan politik. Maka, Jokowi mengimbau agar masyarakat tidak menelan mentah-mentah informasi yang diterima dari para politisi. Sebab, ada beragam politisi yang mampu mempengaruhi masyarakat dengan tidak bertanggung jawab.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan

“Itulah kepandaian para politikus, mempengaruhi masyarakat, hati-hati saya titip ini, hati-hati. Hati-hati banyak politikus yang baik-baik tapi juga banyak politikus yang sontoloyo,” ungkapnya di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018).

(*)