Demo Puluhan HMI Se Sulbar Tak Terkendali

IMG_20171030_121152

Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Baharuddin Djafar sambil duduk di halama Mapolda Sulbar menerima tuntutan para demonstran

Mapos, Mamuju – Aksi demonstrasi puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Se Sulbar, di depan Kantor Mapolda Sulbar jalan Ahmad Yani, Mamuju, Sulbar, berujung saling dorong dengan aparat kepolisian, Senin (30/10/2017).

IMG_20171030_122642

Aksi saling dorong antara Para Demonstran dan aparat Kepolisian.

Aksi saling dorong dan tarik antara mahasiswa dan Polisi mengakibatkan ketua HMI Cabang Manakarra pingsan.

Aksi keributan bermula saat mobil water canon hendak mendekati aksi demonstran, dimana dititik aksi (perepatan empat samping Kantor BI) terjadi pembakaran ban bekas oleh para Demonstran.

IMG_20171030_122621

Para Aksi demonstran melarang mobil water canon maju.

Sempat terjadi aksi saling dorong antara demonstran dengan polisi saat beberapa kader HMI hendak menghentikan mobil water canon yang ingin mendekat titik aksi.

Satu kader HMI pingsan dan dilarikan ke RSUD Mamuju, yakni Herlin Ketua HMI Cabang Manakarra.

Keributan sempat terjadi sekitar 20 menit lamanya hingga kapolda Sulbar turun tangan dan menyuruh para aksi demonstran dipersilahkan masuk di Mapolda Sulbar.

IMG_20171030_122601

Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Baharuddin Djafar didampingi Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Hj. Mashura saat menerima para aksi Demonstran di halaman Mapolda Sulbar.

Dihadapan Kapolda Sulbar, perwakilan HMI yang tergabung dari beberapa cabang yakni Polman, Majene, Mamuju dan Mamuju Utara menyampaikan tuntutan mereka diantaranya meminta agar kader HMI yang ditahan di Polres Mamuju untuk dilepaskan, meminta kepada Kapolda Sulbar untuk mencopot Kapolres Mamuju, stop kriminilisasi gerakan Mahasiswa, stop kekerasan terhadap Aktivis, HMI bukan Preman.

Tuntutan aksi demonstran tersebut langsujg diterima oleh Kapolda Sulbar.

Menemui para aksi, Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Baharuddin Djafar menegaskan, menerima semua tuntutan para aksi demonstran dan akan mengkaji tuntutan itu. Namun tuntutan untuk melepaskan kader HMI yang ditahan di Polres Mamuju semua diserahkan kepada Kapolres Mamuju untuk di proses sesuai hukum yang berlaku.

“Polisi tidak serta merta melepaskan, kalau memang tidak bersalah pasti akan di lepaskan,” terang Baharuddin.

Mantan Kabid Humas Polda Meteo Jaya ini menyampaikan, apabila didalam aksi tadi dan kemarin ada tindakan kekerasan dari aparat kepolisian, silahkan mengadukan ke propam untuk di proses sesuai bukti-bukti yang ada.

“Silahkan adik-adik melapor ke Propam dengan disertai bukti,” ucap Baharuddin.

Baharuddin berpesan kepada semua anggota kepolisian, apabila ada adik-adik dari mahasiswa ataupun siapa saja yang ingin berkonsultasi ke kantor baik itu di Polda dan Polres, silahkan diterima dan layani dengan baik, kita semua bersaudara. Dan sesama Muslimpun bersaudara.

(usman)