Dandim 1401 Majene Bilang, Ramadahan adalan Bulan Petunjuk

Majene

Mapos, Majene – Bulan Ramadhan disebut sebagai Syahrul Huda karena pada bulan tersebut adalah bulan petunjuk, dimana orang disunnatkan untuk rajin membaca Alquran.

“Bulan Ramadhan disebut sebagai Syahrul-Huda, bulan petunjuk karena wahyu yang pertama kali diturunkan dari kitab-kitab Allah tepat pada bulan Ramadhan. Oleh karena itu, Ramadhan juga disebut sebagai Syahrul-Wahyu atau lebih khusus lagi disebut sebagai Syahrul-Qur’an, bulan Al-Qur’an, karena wahyu Al-Qur’an diturunkan pertama kali pada bulan Ramadhan dan banyak ayat-ayat yang lain diturunkan pada bulan kesembilan dalam kalender Islam ini,” ungkap Komandan Kodim 1401 Majene Letkol Inf Rahman Tamampu Leho dalam Safari Ramadhannya di Mesjid Nurul Abrar Labuang Kecamatan Banggae Timur Senin (11/6/2018).

Usai shalat Isya berjamaah, Letkol Rahman dalam ceramahnua menyebut, ada 4 golongan manusia yang dirindukan oleh syurga Allah yaitu orang yang rajin membaca Al Qur’an tadi.

Kedua, katanya ialah orang yang senantiasa menjaga lisan. “Lisan adalah karunia Allah yang begitu besar dari Allah. Cara mensyukuri yaitu dengan menggunakannya untuk bicara yang baik atau diam. Bukan dengan mengumbar pembicaraan semau sendiri. Bukan pula dengan memuaskan nafsu dengan mengumbar omongan. Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berzikir kepada Allah; sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa zikir kepada Allah akan mengeraskan hati, dan sejauh-jauh manusia adalah manusia yang hatinya keras,” tegas Rahman.

Yang ketiga lanjut Rahman, adalah memberi makan kepada orang yang kelaparan. “Allah yang maha memberi rezeki, Ia adalah Tuhan yang menciptakan seluruh makhluk, dan dengan kekuasaan dan keperkasaan-Nya Ia mampu memberikan rezeki kepada mereka semua. Ketika seseorang sedang memberi uang atau makanan pada orang lain, berkeyakinanlah bahwa makanan itu pada hakekatnya bukan miliknya, tetapi ia berasal dari Allah yang akan diberikan kepada orang yang akan menerima makanan tersebut sebagai rezeki Allah dari kita,” ujar Letkol Rahman.

Lebih jauh katanya, orang keempat yang dirindukan syurga Allah ialah, yang berpuasa di bulan suci Ramadhan. “Karena Ramadhan adalah bulan penuh berkah, dimana seribu bulan lain tiada cukup dijadikan tandingannya. Bulan yang didalamnya dilipatgandakan pahala. Kaum muslimin tentu tidak ingin rugi dalam meraup keuntungan dalam bentuk amal yang berlipat ganda pada bulan Ramadhan. Manusia dilatih untuk melawan hawa dan nafsu, dimana pada bulan-bulan lainya manusia dapat dengan bebas melakukannya selain itu,” sebut Rahman.

Sebagai penutup ungkap Rahman, pada sepuluh hari akhir Ramadhan, seperti yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW bahwa turunnya malam laelatul qadr khususnya pada malam ganjil. “Bertepatan malam ini adalah malam ke 27 Ramadhan. Bagi kita ummat Islam tentu sangat mengharapkan pahala yang sebanyak-banyaknya dan juga ampunan yang sebesar-besarnya dari Allah SWT. Malam ini mungkin merupakan tanda-tanda karena cuacanya dingin dan turun hujan, semoga saja malam ini turun kemuliaan yaitu malam laelatul qadr,” pungkas Lerkol Rahman.

Sebagaimana diketahui bahwa sebelum shalat tarawih dimulai, hujan gerimis turun di Kabupaten Majene.

Bertindak sebagai Bilal/Muazin dalam Safari Ramadhan itu Koptu Laode Manaf dan acaranya diikuti oleh, Anggota DPRD Kabupaten Majene H Muh Yayah Nur SE, Kabid Haji Kanwil Agama Provinsi Sulbar Mufli, Kasat Shabara Polres Majene AKP Daud Tamping, Kaorbin Sabhara Iptu Muh Rasyid, tokoh agama, Babinsa Koramil 1401-01 Banggae, tokoh masyarakat, tokoh adat serta jamaah Masjid Nurul Abrar Labuang dan masyarakat sekitar.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *