Dampak Kelangkaan BBM, Antrian Kendaraan Menumpuk di SPBU Simbuang

Mamuju

Mapos, Mamuju¬†–¬†Terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) hampir di seluruh wilayah Kabupaten Mamuju, Sulbar. Warga kesulitan memperoleh BBM di SPBU setempat, terutama jenis premium, Pertalite dan pertamax.

Kelangkaan BBM sudah mulai terjadi beberapa hari belakangan ini. Antrian panjang ratusan kendaraan yang menyerbu SPBU Simbuang mengular sampai berjarak kurang lebih 1 kilometer. Tak ayal, BBM lebih cepat habis dalam sekejap.

Hal ini membuat harga BBM di tingkat Pertamini (istilah eceran di Mamuju) pun melambung tinggi hingga menembus harga Rp 12.000 perliter. Mau tidak mau, warga terpaksa membeli BBM dengan harga lebih mahal ini.

Di Kabupaten Mamuju, ada 3 SPBU yang stoknya selalu habis, menunggu stok BBM masuk kembali. Meski demikian harga di tingkat eceran tetap tinggi, di kisaran Rp 12.000 hingga 15000 per liter.

Wilayah terparah di hampir seluruh Provinsi Sulbar. Harga eceran di 6 kabupaten nyaris menembus angka Rp 15.000 per liter. Bahkan di daerah pedesaan bisa mencapai Rp 15.000 per liter. Kondisi ini pun dikeluhkan warga karena menganggap pemerintah tidak tanggap.

“Mau tidak mau harus beli, kalau tidak kendaraan saya tidak bisa jalan, tidak bisa pergi kerja,” kata Ipa (33), warga Mamuju kepada mamujupos.com, Kamis (23/8/2018).

Menurut Ipa, sangat sulit mendapatkan BBM di SPBU karena suplai yang tidak menentu. Itu pun harus mengantre berjam-jam dengan konsekuensi tidak kebagian karena keburu habis.

“Banyak yang lari ke eceran biar lebih cepat walaupun harga sedikit tinggi,” keluhnya.

Dari berbagai sumber yang dirangkum, adanya keterlambatan distribusi BBM akibat pasokan di Pertamina mengalami keterlambatan, ada juga yang mengatakan terjadi penimbungan.

Antrian kendaraan di SPBU Simbuang, Mamuju.

“Katanya sih begitu, ada keterlambatan kiriman BBM dari Pertamina dan bisa jadi juga diduga ada penimbungan,” sebut Hasan, sopir mobil rental yang akan menuju ke Makassar.

(toni)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.