AWAS Dituntut Minta Maaf
‘Dalaman’ Kami Bukan Alat Peraga

Majene

Mapos, Majene – Bukan hanya obat yang punya efek samping, tapi setiap tindakan juga dapat berdampak buruk jika tidak dipikirkan secara matang sebelum bereaksi.

Begitulah kira-kira yang terjadi atas aksi demo yang digelar oleh sekelompok jurnalis yang menamakan diri aliansi wartawan Sulbar (AWAS) di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Sulbar beberapa waktu lalu.

Salah seorang mantan wartawati dari salah satu media terkemuka di Sulawesi Selatan Anugrahwati menyebut, tindakan yang dilakukan oleh AWAS saat berdemo dengan memamerkan ‘dalaman’ wanita secara vulgar adalah tindakan yang tidak terpuji.

“Saat mengeringkan pakaian dalam kami, kami bahkan menaruhnya di sudut jauh yang
tak nampak…itu karena kami malu. “DALAMAN” bukan sesuatu yang bisa kami ekspose sesuka jidat..nah..anda yang sama sekali tidak menggunakan “bra” namun…dengan Percaya Diri mengarak ke kantor BI menjadikan “DALAMAN” kami sebagai alat peraga demonstrasi, yang konyolnya isi tuntutan sama sekali bertolak belakang,” keluh Ugha sapaan akrab Anugrahwati di dinding FB miliknya.

Kalau ini ditiru oleh pendemo lain katanya, AWAS bukan lagi pewarta yang mencerahkan. “Tapi pewarta yang mewariskan nilai nilai “hina” layaknya orang yang terintimidasi dengan “DALAMAN” wanita,” kata Ugha.

Dia mengaku, para perempuan yang sensitif dengan sikap ini mengecam dan menuntut AWAS untuk mohon maaf. “Namun atas semua itu, belum menyembuhkan luka. Tapi setidaknya lebih baik dari pada diam saja. Atau paling tidak berpura puralah menyesal,” tegas Ugha dengan nada kelakar.

Berikut pernyataan Ugha lewat dinding fb miliknya yang dishare bebarapa waktu lalu dan diberi judul – “Dalaman” Kami Bukan Alat Peraga

perempuan….!!!!kita sering digambarkan cerewet……kalau hari ini kita ” Teriak”..karna harga diri kita dipermainkan…akan jauh lebih cantik dari pada “ngegosip”…

dengan penuh kerendahan hati..saya kembali mengajak..teman teman perempuan siapa pun itu..untuk men”share ini…dengan (hastag) #dalamankamibukanalatperaga….
jangan lupa tag teman kalian…

#tolakpenghinaan
#saveperempuan
#tuntutpermohonanmaaf
#dalamankamibukanalatperaga

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...