Cabuli Anak Dibawah Umur, Oknum PNS di Mamuju Diancam Hukuman 13 Tahun

Peristiwa

Mapos, Mamuju – Atas tuduhan dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur, oknum PNS inisial ARS (48) alamat jalan Puatta Kelurahan Karema Utara Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju, Sulbar, diancam pasal tentang undang-undang perlindungan anak (PA)

“ARS disangkakan melanggar UU Perlindungan Anak (PA) No 23 tahun 2002 pasal 81 tentang perbuatan melakukan kekerasan dan pemaksaan melakukan persetubuhan terhadap anak dengan ancaman pidana penjara maksimal 13 tahun dan denda maksimal Rp 300 juta,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Mamuju, AKP Jamaluddin, Kamis (9/8/2018).

Sebelumnya, ARS ditangkap atas tuduhan dugaan pencabulan seorang gadis berinisial YU (16), pelajar pada 2013 dan terakhir pada 1 Agustus 2018.

“Awal saat melakukan aksinya kepada korban yang tak lain adalah anak tirinya sendiri pada 2013, pelaku ARS menarik tangan korban secara paksa masuk ke kamar. Dengan begitu, korban mulutnya ditutupi bantal dan pelaku berhasil mencabuli korban,” kata Jamaluddin.

Tak hanya itu, berselang beberapa bulan kemudian, korban juga sempat dibawa ke salah satu penginapan yang ada di Mamuju dan pelaku berhasil mencabuli korban dan terakhir pelaku kembali melakukan aksinya pada 1 Agustus 2018.

Menurut Jamaluddin, pelaku nyaris dihakimi ketika warga mengetahui perbuatan bejat pelaku, namun beruntung pelaku tidak berada di rumahnya.

“Kita amankan pelaku di jalan Yos Sudarso, Pelelangan Ikan (PI) pada pukul 23.15 Wita. Sebelumnya, pelaku akan di massa oleh warga dan secepatnya kita amanankan pelaku,” kata Jamaluddin.

Selain itu, ARS juga akan dikenakan sanksi disiplin PNS.

Menurut Kepala K****g Mamuju, Syamsuhri Halim, bila terbukti di pengadilan ARS terancam dipecat sebagai PNS.

Korban didampingi Komisj Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Mamuju.

“Terkait sanksi akan diputuskan dalam sidang kode etik PNS setelah sidang pidana yang akan dijalaninya di Pengadilan,” tambahnya.

(usman)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.