Ribuan Buruh di Karossa Akan Gelar Aksi Besar-Besaran, Ini Titiknya

Peristiwa

Mapos, Mateng¬†–¬†Rasa kecewa dirasakan kaum buruh terhadap pemerintah Provinsi dan Kabupaten Mamuju Tengah. Mereka menganggap pemerintah sengaja menahan Ijin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP).

Tak dikeluarkannya IUP OP, membuat ribuan buruh yang bekerja di CV. Rafli (Perusahan Tambang Galian C), harus kehilangan mata pencaharian bahkan dipastikan pembangunan di Karossa dan sekitarnya akan terhambat.

Mereka menilai, pemerintah membuat keputusan yang semakin memberatkan kehidupan buruh dan masyarakat kecil dengan mengeluarkan surat yang ditujukan ke provinsi untuk tidak dikeluarkannya IUP OP dengan alasan yang tidak jelas.

Direktur CV. Rafli, Ashari Latif (Brekele).

Direktur CV. Rafli, Ashari Latif atau yang biasa disapa Brekele mengatakan, dalam waktu dekat ini, kami akan menggelar aksi besar-besaran di beberapa titik.

Titik pertama, sebut Brekele yakni di Pemda Mateng selanjutnya ke Pemprov Sulbar.

Langkah ini kami ambil karena pemerintah seolah menutup mata atas kejadian ini.

Bayangkan, ada ribuan buruh yang bekerja di CV. Rafli dan harus kehilangan mata pencaharian hanya karena ke egoisan pemerintah.

“Kita sementara menyusun persiapan aksi ini,” tutur Brekele. Kamis (15/3/2018).

Sebelumnya, Direktur CV. Rafli, mengeluhkan belum keluarnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi (OP) di Pemprov Sulbar.

Pada hal, izin Eksplorasi mulai dari Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP) dan Ijin Usaha Pertambangan Eksplorasi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov. Sulbar sudah Ia kantongi serta Kajian Amdal dari Unhas Makassar.

Akibat tak kunjung dikeluarkannnya ijin operasi dari Pemerintah Provinsi Sulbar tentu saja sangat merugikan pihak pemilik ijin Eksplorasi maupun masyarakat lokal sebagai pekerja serta pembangunan di Karossa yang sangat membutuhkan bahan material berupa batu sungai. Terlebih lagi akan menghambat pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

(wahid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *