Bupati-Wabup Diharapkan Kembali Satukan Hati Warga Polman

Gambar Bupati-Wabup Diharapkan Kembali Satukan Hati Warga Polman

Mamuju, Mapos – Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar melantik secara resmi Bupati Polewali Mandar ,  Andi Ibrahim Masdar  dan Wakil Bupati Polman, Muh. Natsir Rahmat masa bhakti 2019-2024 di ruang Auditorium lantai IV kantor Gubernur, Selasa 7 Januari 2019.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 131.36/7813 Tahun 2019 Tanggal 2 Oktober 2018 Nomor 123.36/7814 Tahun 2018 Tanggal 2 Oktober 2018.

Keputusan ini berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 131.36/7813 Tahun 2019 Tanggal 2 Oktober 2018 Nomor 123.36/7814 Tahun 2018 Tanggal 2 Oktober 2018.

“Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya  sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan,” sebut ABM.

Tolong bantu kami untuk mewujudkan Sulbar yang besar, bebas dari  korupsi dan KKN, begitupun semua para bupati se-Sulbar,” kata Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar .

Masih kata Ali Baal, suatu prestasi dan  pembelajaran baru bagi pemerintah daerah terkhusus pemerintah Kabupaten Polman atas terpilihnya bupati dan wakil bupati  pasca pilkada serentak di dua kabupaten tersebut. Selain itu segala perbedaan pendapat yang timbul di pesta demokrasi tersebut merupakan hal yang lumrah dan biasa terjadi, maka diharapkan kepada bupati dan wakil bupati terpilih agar penyelenggaraan pemerintahan tidak diwarnai perbedaan-perbedaan serta mampu kembali menyatukan hati warga masyarakat Polman kedepan.

” Andi Ibrahim ini pintar cari wakil, tidak perlu susah-susah, tidak perlu berantem. Jadi wakilnya tetap dan terus bersama-sama,” sebut lelaki yang juga pernah menjabat Bupati Polman tersebut.

Lebih lanjut dikemukakan, sebagai kepala daerah di wilayah jajaran diperlukan kerja keras siang dan malam demi menghadapi tantangan berat dimasa mendatang,  kemudian menciptakan  kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat disusul memberikan perhatian dan komitmen dalam mengentaskan kemiskinan masyarakat,  serta mampu memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang maksimal bagi warga masyarakat, dan tidak kalah penting  senantiasa melakukan koordinasi yang baik kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sebagaimana yang telah diatur dalam undang-undang peraturan pemerintah

“Sebagai pemimpin yang amanah proses  pendekatan  kepada tuhan yang maha esa harus selalu dijaga guna mendapat ridho sang ilahi demi sebuah kerja dan karya yang tidak hanya berhasil di dunia tetapi berlaku di akhirat,” sebutnya.

Dalam menjalankan sebuah pemerintahan, sambungnya,  hendaknya mampu menjalankan amanah pemerintahan yang agamais, bersih, berwibawa tanpa adanya KKN, selain itu mampu mencegah segala hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI, begitupun  jabatan yang telah dicapai jangan dijadikan sebagai alat politisasi kekuatan demi meraih keuntungan pribadi dan kelompok.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulbar, Enny Angraeni Anwar, Ketua DPRD Sulbar, Fitri Amelia Aras, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, Danrem 142 Tatag, Muh Taufiq Shobri, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol. Baharuddin Djaffar, anggota DPRD RI perwakilan Sulbar, Andi Ruskati Ali Baal, para Bupati dan wakil Bupati Se-Sulbar, Raja Mamuju, Andi Maksun Dai, anggota DPRD Sulbar, para pimpinan vertikal Sulbar,  para pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar serta para tamu undangan.

(kominfosulbar/farid)