Bupati Mamuju Apresiasi Pesta Nelayan Tanpa Sesajen

  • 25 Nov 2018
  • Mamuju
  • Sudirman Al Bukhori
  • 9
Gambar Bupati Mamuju Apresiasi Pesta Nelayan Tanpa Sesajen Pemberian santunan kepada keluarga Supriadi

Mapos, Mamuju – Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid sangat mengapreasiasi pesta nelayan tanpa ritual (sesajen).

“Selaku Bupati Mamuju, saya sangat mengapreasiasi perayaan pesta nelayan tanpa ritual,” kata Habsi Wahid saat menghadiri pesta nelayan di TPI Kasiwa, Minggu (25/11/2018).

Habsi mengatakan, pesta nelayan yang dilaksanakan setiap tahunnya itu adalah sebagai rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas anugrah yang berikan kepada nelayan.

“Hasil laut yang tidak pernah habis, serta kemakmuran bagi para nelayan,” ungkapnya.

Ia menuturkan, pesta nelayan tahun ini sangat bermakna, tidak seperti tahun-tahun lalu yang dibarengi dengan ritual (sesajen).

“Ini adalah perubahan yang sangat baik. Tidak ada acara sesajen yang dilakukan nelayan untuk dibuang ke laut. Tidak seperti tahun kemarin. Sesajen itu sangat mengkhawatirkan dan bertentangan dengan aqidah,” jelas Habsi.

Habsi juga menyampaikan, agar para nelayan selalu menjaga kelestarian lingkungan utamanya di laut.

“Jangan merusak ekosistem laut dengan melakukan pemboman. Laut adalah tempat kita mencari nafkah. Hasil laut sangat menjanjikan sebagai kebutuhan ekonomi yang tentu harus dilestarikan,” jelas Habsi.

“Saya bangga dan bersyukur, untuk tahun ini pendapatan perkapita para nelayan mencapai Rp1,8 juta, yang dulunya hanya sekitar Rp1,3 juta. Ini suatu peningkatan. Bila kita pandai bersyukur, niscaya, Allah akan memberikan rezeki yang lebih besar lagi,” kata Habsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Lukman Sanusi juga mengapreasi pesta nelayan tanpa sesajen.

Pemberian santunan kepada keluarga Alm. Supriadi.

Ia juga mengimbau kepada seluruh nelayan agar dapat membuat kartu nelayan.

“Pembuatan kartu nelayan gratis. Tidak ada dipungut biaya seperpun,” ujarnya didepan para nelayan.

Lukman mengatakan, pekerjaan nelayan bisa dikatakan sangat berisiko. Tanpa adanya kartu nelayan, yang bersangkutan tidak akan mendapatkan asuransi.

“Olehnya itu, saya mengajak semua nelayan agar segera membuat kartu nelayan. Bagi nelayan yang belum memiliki kartu bisa datang ke kantor untuk mengurusnya. Sekali lagi saya katakan pengurusan kartu nelayan gratis,” terang Lukman.

Lukman mengatakan, semua orang tidak meminta untuk mendapatkan musibah. Tapi alangkah baiknya kita mempersiapkan segalanya. Selama ada kartu nelayan, ada jaminan yang berikan pemerintah kepada pihak keluarga yang mengalami musibah.

Seperti, musibah yang dialami oleh salah satu nelayan bernama Supriadi G (almahrum) yang meninggal dunia. Pemerintah memberikan asuransi nelayan Rp 160 juta secara tunai ke pihak keluarga almahrum.

foto/istimewa

“Kartu nelayan itu sangat penting untuk dimiliki. Alangkah  baiknya, semua nelayan Mamuju memilikinya,” tutup Lukman.

(usman)