Bupati Majene Sebut, Kelangkaan Gas Melon karena Salah Sasar

Majene

Mapos, Majene – Menanggapi keluhan masyarakat atas langkanya gas elpiji 3 kilo gram atau biasa disebut gas melon di pasaran, Bupati Majene Fahmi Massiara langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah agen, pangkalan dan pengecer. Ia mensinyalir, kelangkaan gas melon karena salah sasaran dan diindikasi ada permainan di kalangan agen.

Bupati Majene Fahmi Massiara saat menyidak salah satu pangkalan gas elpiji 3 kg di Majene foto : Ist

Bupati Majene Fahmi Massiara Senin (20/8/2018) tegaskan, penyaluran kepada konsumen gas melon kadang salah sasaran.

“Yang seharusnya menikmati gas elpiji 3 kg adalah masyarakat menengah kebawah. Tapi saat ini, justru kalangan PNS dan masyarakat menengah keatas yang banyak mengonsumsi,” terang Bupati Majene Fahmi Massiara.

Untuk itu kata dia, kedepan pihaknya akan mengeluarkan kartu khusus sebagai penanda bahwa yang bersangkutan masuk kategori miskin.

“Kita akan buat kartu bagi masyarakat miskin. Atau bisa juga menggunakan kartu seperti kartu nelayan. Jadi yang punya kartu yang akan dilayani oleh pengecer,” tegas Bupati Majene Fahmi Massiara.

Lebih jauh kata dia, bagi masyarakat yang sudah memiliki kartu langganan, akan dilakukan pengecekan ulang atas kepemilikan kartunya.

“Apakah layak mendapatkan kartu tersebut atau tidak, termasuk rumah makan,” tutur Fahmi Massiara.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM, Hasdinar beranggapan, faktor kelangkaan gas melon terjadi karena adanya permainn harga pada pangkalan ke pengecer.

“Kami mensinyalir ada penimbunan. Untuk itu kita akan melakukan rapat dengan pihak kepolisian terkait kelangkaan gas elpiji ini,” tegas Hasdinar.

(ipunk)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.