Bupati Majene : Ini Alasan Pemkab Majene Meriahkan Kemilau Desa

Majene

Mapos, Majene – Kemilau Desa tahun 2018 memang sengaja dibuat meriah karena merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene untuk mengekspolore potensi desa serta memperkenalkan produk unggulan yang ada di masing-masing desa di Kabupaten Majene.

Bupati Majene Fahmi Massiara (kiri), Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (tengah) dan Sekjen Kemendes PDT Anwar Sanusi foto : Ist

Demikian diungkapkan Bupati Majene Fahmi Massiara saat membuka Kemilau Desa 2018 di Lapangan Prasamya Majene, Kamis (9/8/2018).

Dihadapan Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDT) Anwar Sanusi, Gebrnur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulbar, Ketua dan unsur pimpinan DPRD Majene, unsur Forkopimda, para kepala OPD, para Camat, para Lurah, para Kepala Desa dan undangan lainnya, Bupati Majene Fahmi Massiara menyebut, tujuan pelaksanaan Kemilau Desa 2018 adalah untuk memotivasi desa dalam menyokong pembangunan Majene yang dimulai dari desa sebagai desa mandiri dengan didasari oleh semangat profesional, produktif dan proaktif (MP3) dalam memperkenalkan potensi serta produk unggulannya.

“Sekedar informasi untuk Bapak Sekjen, bahwa Kabupaten Majene terdiri dari 8 kecamatan dan 62 desa dengan kondisi geografis wilayah terdiri dari pesisir pantai dan pegunungan, sehingga profesi dan aktifitas masyarakatnya didominasi oleh nelayan dan petani sekaligus peternak,” ungkap Fahmi Massiara.

Hal ini ucapnya, sejalan dengan arah kebijakan Pemkab Majene melalui MP3, yaitu revolusi hijau yang menitikberatkan pada program kegiatan dibidang pertanian, perkebunan dan peternakan.

“Sedangkan revolusi biru menitikberatkan pada program kegiatan di bidang kelautan dan perikanan,” tutur Bupati Majene Fahmi Massiara.

Kemilau Desa 2018 ini lanjutnya, sebagai salah satu sarana memprosikan Kabupaten Majene melalui pedesaan dengan menampilkan berbagai informasi potensi dan produk unggulan desa demi membangun Indonesia dari pinggiran sebagaimana yang diharapkan Presiden Joko Widodo melalui Nawacitanya.

Ia mengaku, hingga saat ini masih banyak potensi desa dan persoalan lainnya di desa dan masih perlu sentuhan anggaran dan inovasi.

“Makanya, dana untuk desa masih sangat diharapkan saat ini sampai pada tahun-tahun berikutnya” tutur Fahmi Massiara.

Ia juga membahas soal bidang transmigrasi. “Di bidang transmigrasi, ada beberapa desa di Kabupaten Majene merupakan wilayah transmigrasi yaitu ada di Kecamatan Ulumanda. Hingga saat ini kami berkomitmen untuk terus mendukung program ini, karena di Kecamatan Ulumanda ada potensi sumber daya alam yang cukup menjanjikan di sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. Transmigran disana sudah bersinergi dengan penduduk lokal sehingga tercipta suasana kekeluargaan yang damai dan perlahan menumbuhkan sumber ekonomi baru di desa,” beber Fahmi Massiara.

Lebih jauh katanya, sebagai anak desa, kita tidak perlu khawatir ditengah pesatnya kemajuan kota dan cepatnya perkembangan teknologi informasi saat ini sepanjang kita eksis mempertahankan nilai-nilai budaya dan kegotongroyongan, serta menjungng tinggi azas transparansi dalam menyelenggarakan pemerintahan desa.

Bupati Majene Fahmi Massiara, tak lupa menyebut, tema pamaran produk desa malalui stand pameran di Lapangan Prasamya Majene adalah “Bangga Menjadi Anak Desa,” dimaksud untuk menyampaikan pesan bahwa kita bangga menjadi anak desa dan semakin menyintai desanya.

“Seperti yang kita saksikan saat ini, walaupun Kemilau Desa 2018 dilaksanakan di kota, namun suasana seolah kita berada di pedesaan. Ini adalah taman desa yang berada di kota. Kalau kita ingin mengetahui potensi desa semisal Desa Popenga yang merupakan desa paling jauh dari kota, silakan datang ke Kemilau Desa,” ajak Bupati Majene Fahmi Massiara.

Pada Kemilau Desa ungkap Fahmi Massiara, selain ajang mempromosikan desa, juga diharapkan dapat memberikan tontonan dan hiburan positif bagi masyarakat dengan sajian berbagai perlombaan seni, penampilan budaya dan olahraga tradisional yang dapat mempererat nilai-nilai kesatuan dan persatuan.

Tak lupa pula Bupati Majene Fahmi Massiara berterima kasih kepada seluruh pemerintah desa dan semua pihak yang turut mendukung sukses acara Kemilau Desa. “Semoga Allah SWT memberikan ridha dan keberkahan kepada kita sekalian,” pungkas Fahmi Massiara.

(ipunk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *